2 Timotius 2:15
Apapun panggilan seseorang, ia adalah hamba Tuhan, dan dengan demikian ia dituntut untuk melakukannya sebagai hamba yang baik. Tidak bisa sembarangan atau seadanya, melainkan dengan tekun dan sungguh-sungguh, yang berarti menuntut kerja keras dan cara yang benar. Tujuannya adalah agar berkenan kepada Sang Tuan, yang sudah memberi panggilan dan talenta untuk melakukannya. Ada hamba yang baik, yang di-approve oleh Tuannya; ada pula hamba yang malas dan jahat, yang tidak berkenan kepada Tuannya.
Ayat 15a. Paulus memerintahkan Timotius agar: berusaha untuk menjadi seorang pekerja yang diapprove/terbukti kepada Tuhan. Ada dua perintah. Pertama, agar Timotius hidup sebagai pekerja yang terbukti/approved/ di hadapan Tuhan. Ada pekerja yang asal bekerja, ada pekerja yang approved/tersertifikasi–oleh Tuhan. Tuhan Yesus dalam perumpamaan-Nya menggunakan frasa: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia” (Mat. 25:21).
Kedua, agar Timotius mengusahakan (spoudazo: to be diligent, earnest, or eager) hal itu. Menjadi hamba yang di-approve oleh Tuhan itu memerlukan usaha dan kerja keras, tidak akan datang dengan sendirinya. Tema ini terus diulang dalam surat Paulus: kobarkan karuniamu (1:6), peganglah dan peliharalah (1:13,14), ikutlah menderita sebagai prajurit (ayat 3).
Ayat 15b. Bagaimana cara Timotius untuk menjadi pekerja yang di-approve oleh Tuhan? Dengan berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. Dalam terjemahan lain: “accurately/correctly handling the word of truth” (NASB/NIV) atau “righlty dividing the word of truth” (KJV). Kata aslinya: orthotomeo yaitu gabungan orthos (right, benar) dan temmo (memotong, to cut or didive): to handle correctly, skillfully. Menyelidiki dan mengajarkan Kebenaran Tuhan dengan benar dan ahli.
Panggilan Timotius sebagai pemimpin jemaat untuk mengajarkan kebenaran Tuhan menuntut kerja keras dan kesungguhannya dalam menyelidiiki kebenaran, memahami kebenaran, dan mengampaikan kebenaran itu kepada jemaat. Maka, Timotius harus berusaha/berjuang agar ia kedapatan setia melakukan panggilan itu. Dengan demikiann, Timotius akan menjadi hamba yang di-approve oleh Tuhan.
Penerapan:
Saya harus lebih bersungguh-sungguh dan bekerja lebih keras untukk mengerjakan tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada saya. Saya tidak boleh terpengaruh oleh lingkungan atau orang lain yang bekerja seadanya atau dengan cara yang salah. FOlus saya adalah melayani Tuhan, tujuan saya adalah agar di-approve oleh Tuhan sebagai hamba yang baik dan setia.
Views: 3