Tuhan dan Injil-Nya Lebih Besar dari Siapapun

2 Timotius 2:8-10

Keyakinan akan kekuatan Injil dan kepada kekuatan Tuhan untuk menjalankan pekerjaan penyelamatan, membuat Paulus tidak menjadi lemah atau putus asa, sekalipun ia harus dipenjara, di mana ia mengalami penderitaan dan ia tidak lagi bisa leluasa melayani Tuhan untuk memberitakan Injil. Sebab Tuhan akan terus mengerjakan karya keselamatannya melalui cara dan orang lain, salah satunya adalah Timotius, yang didorong oleh Paulus untuk bersemangat memberitakan Injil dan melakukan panggilan Tuhan kepadanya.

Ayat 8. Paulus mengajak Timotius untuk mengingat tentang Tuhan Yesus Kristus, yang di dalam Injil Paulus diberitakan sebagai “yang telah bangkit dari antara orang mati dan yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud.” Frasa ini kemungkinan dikutip dari pengakuan iman yang saat itu ada, atau bagian dari doktrin pengajaran standar di antara jemaat Tuhan.

Dua kebenaran dan keyakinan yang mendasar dalam Injil: Pertama, bahwa Tuhan Yesus telah mati dan bangkit dari antara orang mati. Paulus menekankan pentingnya kebangkitan ini bagi iman orang percaya: “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu … dan kamu masih hidup dalam dosamu … maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.” (1 Kor. 15:14, 17, 19).

Kedua, identitas Tuhan Yesus sebagai keturunan Daud menegaskan bahwa Ia adalah manusia sejati, yang benar-benar lahir dan hidup di bumi ini–bukan imajinasi atau kisah mitos buatan manusia. Dan itu juga menunjukkan kesinambungan rencana keselamatan Allah melalui Abraham dan bangsa Israel yang merupakan sejarah yang benar-benar terjadi–Jesus Christ is a historical Person.

Ayat 9. Karena Injil itulah, Paulus menderita dan dibelenggu sebagai seorang penjahat. Tetapi Paulus meyakini bahwa Firman Tuhan atau Injil itu tidak bisa dibelenggu–Injil tetap akan diberitakan dan bekerja sekalipun Paulus ada di dalam penjara. Salah satunya adalah: melalui pelayanan Timotius yang diamanahi untuk melanjutkan pekerjaan pemberitaan Injil dan kebenaran Firman Tuhan.

Ayat 10. Keyakinan bahwa Injil akan terus diberitakan, sekalipun ia ada di dalam penjara, membuat Paulus sabar/tekun untuk menanggung penderitaannya. Karena ia percaya bahwa Injil akan terus diberitakan, dan dengan demikian akan terus ada orang-orang yag mendengarnya dan menjadi percaya, sehingga mendapatkan keselamatan di dalam Kristus Yesus.

Paulus tidak bisa melayani memberitakan Injil dan mengajarkan firman Tuhan lagi, karena Tuhan mengijinkan dia dipenjara dan sebentar lagi dihukum mati. Tetapi, Injil itu lebih besar daripada Paulus. Tuhan–dengan caranya dan dengan orang yang dipilihnya–akan terus membuat pemberitaan Injil itu berjalan dan terus akan ada orang yang mendengar dan diselamatkan.

Paulus percaya kepada kuasa Tuhan, kepada rencana keselamtan Tuhan, dan kepada kekuatan Injil: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.” (Rom. 1:16). Sehingga sekalipun ia sudah tidak bisa lagi melakukan pemberitaan Injil, ia tidak ragu bahwa pekerjaan Allah akan terus berjalan sampai semua digenapi. Tuhan punya cara dan orang-Nya sendiri untuk menyelesiakan pekerjaan-Nya; Tuhan tidak pernah tergantung kepada siapapun juga, bahkan pada orang sekaliber Paulus.

Penerapan:
(1) Saya meyakini bahwa Tuhan akan terus bekerja untuk membuat jemaat-Nya di dalma gereja lokal maupun pelayanan lainnya mengerti firman Tuhan. Sebab Tuhan tidak tergantung kepada siapapaun, Tuhan tidak memerlukan siapapun untuk melakukan kehendak-Nya.
(2) Kalau saya diperkenankan ambil bagian dalam pekerjaan-Nya, maka itu adalah anugerah Tuhan saja, bukan karena saya dibutuhkan, tapi karena Tuhan ingin saya menjadi bagian dari kemuliaan-Nya.
(3) Kalau saya tidak diperkenankan untuk ambil bagian, itu adalah kedaulatan Tuhan, menunjukkan bahwa Tuhan berkuasa mengerjakan rencana-Nya tanpa keterlibatan saya. I am a dispossable tool for Him, He may choose to use me or not. But whether He uses me or not, I am still His.

Views: 2

This entry was posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.