Category Archives: Perjanjian Baru

Mengalami Pengampunan Tuhan

Lukas 7:36-50 Di tengah undangan makan di rumah Simon, Tuhan Yesus mengajar tentang pengampunan. Dua orang yang berbeda, yang satu seorang Farisi, yang lain perempuan pendosa. Namun sebenarnya keduanya sama: orang berdosa yang memerlukan pengampunan Tuhan. Namun, akhirnya Si Farisi … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Keraguan atau Ketidakpercayaan

Lukas 7:18-35 Yohanes Pembabtis mengalami keraguan akan pekerjaan Tuhan Yesus. Yohanes Pembabtis sendiri yang mendeklarasikan bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang ditunggu, dan Tuhan Yesus akan menyatakan Kerajaan Allah. Namun, setelah beberapa lama mengikuti kabar tentang bagaimana Tuhan Yesus bekerja, … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Iman dan Kerendahan Hati

Lukas 7:1-10 Kalau ada satu hal yang menyebabkan Tuhan Yesus menyatakan kuasa-Nya, maka itu adalah iman orang yang datang meminta pertolongan-Nya. Beberapa kali di dalam Injil, dicatat Tuhan Yesus menyatakan: “imanmu yang menyelamatkanmu” atau “terjadilah sesuai imanmu”. Iman menggerakkan hati … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 4 Comments

Relasi Murid Kristus dengan Firman Tuhan

Lukas 6:39-49 Seorang murid, pada waktunya, diutus untuk melayani orang dan membawa orang lain kepada kebenaran firman Tuhan. Mengajarkan kebenaran kepada orang lain tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada syarat yang harus dipenuhi oleh seorang murid agar ia bisa melakukannya, … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Relasi Murid Kristus dengan Orang Lain

Lukas 6:27-38 Identitas sebagai murid Kristus akan nampak ketika dimanifestasikan dalam relasi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus menyatakan bahwa murid-murid akan menyatakan karakter Allah di dalam kehidupan mereka di bersama orang lain. Sikap yang harus dimiliki seorang … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment