Category Archives: Perjanjian Lama

TUHAN: Raja atas Segala Pemimpin, Kerajaan dan Bangsa

Ezra 1:1-4 UHAN adalah Raja di atas segala raja. Ia berdaulat dan berkuasa atas semua dan setiap pemimpin, pemerintah, komunitas, dan bangsa. Ia menggunakan mereka untuk mengerjakan rencana-Nya, untuk melakukan kehendak-Nya. Tidak peduli apakah pemimpin atau pemerintah atau masyarakat itu … Continue reading →

Posted in Ezra, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Pemimpin yang Melayani dan Memberkati

Ester 10:1-3 eperti apakah pemimpin yang dikehendaki? Pemimpin yang tidak egois, yang tidak hanya menguasai/memerintah orang, tetapi yang menggunakan posisinya dan otoritasnya untuk melayani orang lain, untuk mendatangkan berkat bagi orang lain. Tidak hanya mendatangkan kebaikan bagi lembaga di mana … Continue reading →

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

From Fasting to Feasting

Ester 9:1-32 ada bulan ke-12, hari ke-13–hari di mana perintah raja untuk membinasakan orang Yahudi dilakukan oleh orang-orang yang berharap untuk mengalahkan orang Yahudi, terjadi hal yang berkebaikan: pada hari itu justru orang Yahudi yang mengalahkan orang-orang yang membenci mereka. … Continue reading →

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Multiplayer Effects Pekerjaan TUHAN

Ester 8:9-17 arya Tuhan tidak hanya terbatas atau tersiolasi kepada pemecahan masalah yang ada di depan mata atau yang sifatnya jangka pendek. Tetapi, karya Tuhan itu komprehensif, ketika Ia bekerja, akan terjadi muliplayer effets yang luas, yang menyentuh dan mengubah … Continue reading →

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

TUHAN Bekerja Dengan Tuntas

Ester 8:1-8 uhan menyelesaikan setiap masalah anak-Nya satu demi satu. Tuhan tidak pernah bekerja setengah-setengah atau berhenti di tengah jalan. “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada … Continue reading →

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment