Merespons Pemerintahan yang Berkuasa

2 Samuel 2:8-11

Bukan masalah keturunan, bukan masalah dukunan politik; bukan pula masalah usia atau pengalaman–pemerintahan atau kekuasaan itu adalah masalah panggilan dan kehendak Tuhan. paulus menulis bahwa “tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” (Rom 13:1). Tuhan yang akan mengangkat dan menghentikan pemerintah. Umat Tuhan bisa mengkritik dan memberi masukan, tetapi tidak boleh berontak dan meruntuhkan pemerintahan yang berlaku.

Ayat 8-11. Abner, panglima perang Saul, sekarang menjadi orang paling kuat dan berkuasa di kalangan pendukung Saul. Ia menobatkan Isyboset, anak Saul, menjadi raja atas seluruh Israel–kecuali Yehuda, sebab Yehuda sudah menobatkan Daud menjadi raja mereka. Sehingga saat itu ada dua raja di Israel. Isyboset dinobatkan menjadi raja ketiak berusia 40 tahun; ia memerintah selama 2 tahun, sedangkan Daud memerintah di Hebron atas suku Yehuda selama 7,5 tahun; saat itu ia berusia 30 tahun (2 Sam 5:4).

Nama Isyboset tidak tercatat pada waktu Saul menjadi raja Israel. Kemungkinan dia belum lahir. Saul memerintah Israel selama 40 tahun, jadi Isyboset lahir ketika Saul baru saja mulai menjadi raja. Seumur hidupnya, Isyboset hidup sebagai anak raja. Fakta yang lain adalah, namanya tidak muncul dalam catatan perang, tidak seperti Yonatan dan 2 saudaranya yang namanya disebut–bahkan gugur dalam pertempuran terakhir di gunung Gilboa. Kalau Isyboset waktu itu sudah berumur 40 tahun, mengapa ia tiduk turut berperang?

Perbandingan antara pemerintahan Isyboset dan Daud. Isyboset diangkat oleh manusia, berdasar tradisi manusia–anak menggantikan ayahnya sebagai raja; sedangkan Daud diangkat oleh TUHAN berdasar pilihan dan pengurapan. Isyboset berusia 40 tahun; Daud berusia 30 tahun. Isyboset memerintah 2 tahun, Daud secara total, memerintah selama 40 tahun. Isyboset memerintah atas sebagian Israel; Daud akhinrya memerintah atas seluruh Israel. Isyboset tidak tercacat sebagai prajurit perang; Daud terkenal sebagai panglima perang yang hebat.

TUHAN sudah menetapkan untuk menolak Saul dan memberikan takhta Israel kepada orang lain; dan konsekuensinya adalah: keturunan Saul tidak akan mewarisi takhta kerajaannya. Sekalipun orang berusaha untuk mengangkat keturunan Saul sebagai raja, tetapi pada akhirnya kehendak TUHANlah yang terlaksana. Pemerintahan buatan manusia tidak langgeng, hanya sebentar. Ada saja hal yang kemudian membuat pemerintahan yang bukan dari TUHAN itu akan berakhir.

Penerapan:
(1) Mohon ampun karena saya merasa bisa ikut mengatur dan menentukan “pemerintahan” di kampus. Saya mengakui bahwa Tuhan yang memilih dan menetapkan pemerintahan/manajemen yang saat ini ada di lingkungan saya.
(2) Bagian saya: mendoakan, memberi masukan, ikut berupaya menjaga dan memperbaiki sistem yang benar; tetapi saya tidak boleh berontak atau berusaha menghentikan–sebab itu berarti say aakan berhadapan dengan Tuhan yang sudah menetapkan. Biarlah Tuhan yang menghentikan pemerintahan yang tidak dikehendaki-Nya.

Views: 5

This entry was posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh. Bookmark the permalink.