Author Archives: Mathetes

Jangan Iri kepada Orang Pilihan Tuhan

Bilangan 12:1-16 Miriam dan Harun melawan Musa karena Musa memperistri seorang perempuan Kush. Perkawinan itu menjadi pemicu koflik, namun alasan sebenarnya adalah iri kepada kepemimpinan Musa: “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?” … Continue reading

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Bahaya Ketamakan akan Dunia

Bilangan 11:1-35 Orang Israel mengeluh/bersungut-sungut karena beratnya hidup mereka: bosan dengan manna dan tidak ada daging. Mereka membandingkan dengan kondisi ketika di Mesir. Hanya karena masalah makanan, mereka merindukan hidup lama dalam perbudakan di Mesir. Pekerjaan Tuhan yang dahsyat untuk … Continue reading

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Menunggu Aba-aba Tuhan

Bilangan 10:1-36 Tuhan memerintahkan pembuatan sangkakala, fungsinya: aba-aba berkumpul dan berangkat, mengundang pertolongan Tuhan ketika terdesak dalam perang, tanda sukacita dalam perayaan. Ada fungsi praktis, tetapi juga fungsi spiritual. Selain suara sangkakala yang memberi tanda keberangkatan umat Tuhan, Musa juga … Continue reading

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Tuhan, Sang Penentu Perjalanan

Bilangan 9:15-23 Awan kemuliaan hadiran Tuhan terus-menerus menaungi Kemah Suci. Siang-malam. Ketika awan itu naik dari atas Kemah Suci, itu pertanda bangsa Israel harus berangkat. Ketika awan itu turun dan diam, bangsa Israel berhenti untuk berkemah di situ. Views: 27

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Tuhan Yang Mendengarkan Seruan Umat-Nya

Bilangan 9:1-14 Pada perayaan Paskah di Gurun Sinai, muncul kasus: beberapa orang dinajiskan karena terkena mayat, sehingga tidak bisa merayakan Paskah. Padahal mereka sangat ingin ikut merayakan Paskah. Musa menanyakan kepada Tuhan masalah itu, dan Tuhan menjawab bahwa mereka bisa … Continue reading

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments