Doa menjelang tidur

Bahan bacaan: Lukas 23:44-56.

Anak-anak Israel, saat berangkat tidur, biasanya akan mengucapkan doa yang diambil dari Mazmur 31:6, ” Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku.” Doa yang sama diserukan oleh Anak Allah, saat Ia menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib. Ini bukan doa selamat tinggal, namun doa selamat tidur. Sebab Ia akan bangun kembali. Continue reading

Views: 25

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Bukan basa-basi!

Bahan bacaan: Lukas 23:32-43.

Apa yang membuat salah satu penjahat itu kemudian bertobat? Di Injil Matius (27:44) dan Markus (15:32) tercatat bahwa kedua penjahat itu sama-sama mengolok-olok dan menghujat Tuhan Yesus. Namun, kemudian dalam Lukas 23:40-42 dicatat bahwa salah satu penjahat itu berubah hatinya dan bertobat. Mengapa? Continue reading

Views: 42

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Ketika agenda dipaksa berubah …

Bahan bacaan: Lukas 23:26-31.

Saya yakin, Simon dari Kirene tidak pernah merencanakan—bahkan membayangkan, untuk memikul salib pada pagi itu. Ia datang dari daerah lain ke Yerusalem, kemungkinan besar untuk mengikuti perayaan Paskah. Dan pagi itu, ketika ia berada di dekat kerumunan orang yang menonton perjalanan Tuhan Yesus ke Golgota, agendanya dipaksa untuk berubah: ia dipaksa menjadi bagian dari prosesi penghukuman mati, ia harus memikul salib Kristus. Continue reading

Views: 43

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 1 Comment

It can make people get killed …

Bahan bacaan: Lukas 22:63-23:25.

Ada tiga alasan orang menyerahkan Tuhan Yesus untuk dibunuh: (1) kepentingan pribadi, kebencian, dan iri hati; (2) arus pendapat yang populer, hanya ikut-ikutan, terprovokasi tanpa tahu duduk persoalan sebenarnya; (3) tidak peduli, indifference; (4) takut konflik dengan pendapat mayoritas, ingin menyenangkan orang banyak. Continue reading

Views: 36

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Anatomi kejatuhan

Bahan bacaan: Lukas 22:54-62.

Kejatuhan seseorang bukan sebuah peristiwa yang tiba-tiba. Ada proses dan tahap-tahap yang dilalui, sampai akhirnya garis pemisah ketaatan dan kegagalan itu dilanggar. Simon, si Batu Karang, malam itu tak nampak teguh dan kuat, namun rapuh dan lemah. Sekalipun sebenarnya sudah ada early warning dari Tuhan, namun begitu, ia jatuh juga. Tahap-tahap apa yang dilalui Simon Petrus sebelum ia terperosok di dalam titik terendah perjalanan imannya? Continue reading

Views: 41

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments