New Creation

2 Korintus 5:14-21

Hidup baru di dalam Kristus pada dasarnya adalah: tidak lagi hidup untuk diri sendiri, namun hidup untuk Kristus. Sebab diri sendiri–dengan segala keinginan dan kehendaknya–telah mati bersama-sama dengan Kristus. “… jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.” (ayat 14). Paulus mengungkapkan dengan cara lain dalam Galatia 2:19b: “Aku telah disalibkan dengan Kristus.”

Continue reading

Views: 45

Posted in 2 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Ambisius

2 Korintus 5:9-13

Ketika seseorang disebut sebagai “ambisius”, maka biasanya konotasi negatiflah yang muncul di benak mereka yang mendengarnya. Segera terbayang sosok yang mengejar sesuatu dengan keras; berorientasi kepada tujuan–yang seringkali terlalu tinggi atau tidak masuk akal–dengan menghalalkan segala cara, siap mengorbankan orang lain–termasuk keluarga atau kawan–demi mencapai apa yang dikejar. Kalau ambisius berarti seperti itu, maka bagaimana dengan Paulus? Ia menulis “Sebab itu juga kami berusaha …” (ayat 9). Dan kata “berusaha” di sini berarti: “ambisius”.

Continue reading

Views: 48

Posted in 2 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Penopang Kehidupan

2 Korintus 4:13-18

Setelah menyatakan cara pandangnya atas panggilan/pelayanan (yaitu anugerah Allah yang sangat mulia; di lanjutkan dengan cara pandangnya atas diri sendiri (yaitu bejana lempung rapuh, yang dimampukan oleh kuasa Allah untuk menanggung semua kesulitan dan penderitaan), Paulus kemudian bersaksi tentang keyakinannya: “… kami memiliki roh iman …” (ayat 13). Keyakinan yang menjadi penopang hidupnya untuk melakukan panggilan Allah.

Continue reading

Views: 31

Posted in 2 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Kemuliaan dalam Kesukaran

2 Korintus 4:7-12

Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi pelayan-pelayan Allah adalah: godaan untuk mencuri kemuliaan Allah, dan mengklaimnya sebagai kemuliaannya sendiri. Itulah sebabnya, Tuhan mengijinkan kelemahan, ketidaksempurnaan, dan kesulitan itu terjadi di dalam hidup hamba-hamba-Nya. Tujuannya satu: menolong hamba-hamba-Nya dan semua orang yang lain untuk melihat dan menyadari bahwa ini adalah pekerjaan Allah, hanya bisa dilakukan dengan kekuatan yang dari Allah.

Continue reading

Views: 37

Posted in 2 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Cara Pandang atas Pelayanan

2 Korintus 4:1-6

Cara memandang sesuatu akan menentukan sikap dan perilaku seseorang terhadap sesuatu itu. Cara pandang yang keliru akan menghasilkan sikap dan tindakan yang keliru. Demikian juga sebaliknya. Paulus menjelaskan cara pandangnya atas panggilan atau pelayanan yang dilakukannya. Dan cara pandang itu menghasilkan sikap yang positif: pantang menyerah, menjaga integritas, dan tidak menjadi sombong. Cara pandang seperti apa?

Continue reading

Views: 38

Posted in 2 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment