The simple faith

Lukas 1:57-80

Hidup dalam iman itu sederhana. Sembilan bulan sebelumnya, utusan Allah datang dan memberi tahu Zakharia bahwa istrinya yang mandul dan sudah tua itu akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki. Dan sekarang janji itu digenapi. Tuhan menepati janjinya. As simple as that: Ia berjanji, Ia menepati. Tidak rumit, tidak complicated. Manusia yang membuatnya menjadi sulit dan rumit.

Continue reading

Views: 50

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

God’s Chemistry

Lukas 1:39-56

Allah memiliki sifat/karakter tertentu; dan karenanya, Ia bekerja atas orang-orang yang hidupnya berpadanan dengan karakter-Nya. Ada orang yang mendapat kasih karunia-Nya, ada orang yang justru ditolaknya. Karakter dan kehidupan orang menjadi pertimbangan cara Allah memperlakukan dirinya.

Continue reading

Views: 56

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

If God choose you, what will be your answer?

Lukas 1:26-38

Banyak orang ingin mendengar panggilan Allah atau rencana Allah atas hidupnya. Banyak orang ingin mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Allah tentang dirinya. Banyak orang ingin mendapat jawaban Allah berkaitan dengan jalan hidupnya. Tetapi, apakah mereka benar-benar siap ketika Allah menyatakan kehendak-Nya bagi mereka?

Continue reading

Views: 27

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Rencana Agung ALLAH

Lukas 1:1-25

Rencana Tuhan itu pasti akan digenapi; rencananya teratur dan rapi. Ia menetapkan kapan suatu peristiwa akan terjadi dan siapa yang dilibatkan dalam penggenapannya. Rencana-Nya tepat pada waktu-Nya, bukan waktu manusia. Rencana-Nya tidak bisa dibatalkan atau digagalkan karena ketidakpercayaan manusia. Peran manusia di dalam rencana Allah: mempercayai-Nya, memahami tempatnya, dan dengan setia menjalani bagiannya.

Continue reading

Views: 44

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Konsistensi Hidup

2 Korintus  6:1-10

Salah satu persoalan yang acap kali harus dihadapi oleh sebuah institusi adalah: orang menolak dan mendiskreditkan institusi itu gara-gara kelakuan orang-orang yang ada di dalamnya, yang bekerja untuknya. Hal ini juga berlaku di dalam hal pengajaran/prinsip; orang menolak suatu prinsip karena melihat dan menilai bahwa kelakuan orang-orang yang meyakini prinsip itu justru tidak sesuai dengan prinsip yang mereka diyakini.

Continue reading

Views: 50

Posted in 2 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments