Cinta vs Benci

Matius 27:57-66

Setelah Tuhan Yesus mati di atas kayu salib, seorang kaya yang menjadi murid Yesus datang kepada Pilatus. Namanya Yusuf Arimatea. Yusuf menghadap Pilatus untuk meminta mayat Tuhan Yesus, kemudian ia mengambil mayat Tuhan Yesus, mengapaninya dengan kain lenan putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kubur yang baru, kemudian menggulingkan batu besar ke pintu kubur itu. Maia Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ, duduk di depan pintu kubur.

Continue reading

Views: 48

Posted in Matius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Ketika Keraguan Datang

Matius 27:27-44

Ketika vonis telah dijatuhkan. Tuhan Yesus diserahkan kepada para prajurit–dan mereka memperlakukan Dia sekehendak hati mereka–apapun yang dibisikkan Si Iblis di dalam pikiran prajurit-prajurit itu untuk menyakiti Tuhan Yesus, tidak ada yang menghalangi. Bapa menyerahkan AnakNya ke tangan orang-orang berdosa; para prajurit yang keras, yang terbiasa melakukan kekejaman.

Continue reading

Views: 75

Posted in Matius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Menghadapi Pengadilan yang Tidak Adil

Matius 27:11-26

Dalam pengadilan, para imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi melontarkan berbagai dakwaan kepada Tuhan Yesus. Tetapi Tuhan Yesus tidak memberi jawaban apa-apa. Hal ini membuat Pontius Pilatus menjadi sangat heran. Mengapa? Karena lazimnya orang, pasti akan membela diri, apalagi apabila dakwaan itu palsu–demi menyelamatkan dirinya. Kalau Tuhan Yesus menjawab dakwaan-dakwaan itu, dan kemudian terbukti bahwa Ia tidak bersalah; maka ada kemungkinan Pilatus akan membebaskan-Nya.

Continue reading

Views: 65

Posted in Matius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Penyesalan

Matius 27:1-10

Semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi memutuskan utuk membunuh Tuhan Yesus. Mereka membelengu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pontius Pilatus. Tuhan Yesus sudah diadili menurut hukum agama Yahudi oleh Sanhedrin, dan sekarang Ia diserahkan untuk diadili menurut hukum Romawi–karena Sanhedrin tidak diperbolehkan untuk menghukum mati seseorang (Yohanes 18:31).

Continue reading

Views: 110

Posted in Matius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Dua Pengadilan, Dua Respons

Matuis 26:57-75

Tuhan Yesus diadili oleh Mahkamah Agama Yahudi. Imam-imam kepala, bahkan seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap-Nya, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tidak ditemukan kesalahan apapun di dalam hidup Tuhan Yesus yang bisa dituduhkan kepada-Nya. Bahkan tuduhan palsupun tidak bisa dibuktikan–Allah Bapa tidak mengijinkan ada satupun celah yang bisa dipakai orang untuk mendakwa Tuhan Yesus.

Continue reading

Views: 103

Posted in Matius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 4 Comments