1 Timotius 5:22-25
Memilih seorang pempimpin itu sebenarnya sangat sulit–sebab tidak ada seorangpun bisa tahu isi hati seseorang; hanya Tuhan yang tahu. Karena itu, harus diselidiki dan dicari informasi selengkap mungkin tentang seseorang. Sebab apabila orang yang dipilih ternyata jahat, maka semua akan turut menanggung kejahatannya. Popularitas itu bukan kriteria yang benar; integritas adalah kriteria yang harus dipakai untuk memilih pemimpin.
Ayat 22. Timotius dilarang untuk buru-buru menumpangkan tangan–mengangkat atau mentahbiskan–seseorang; ia harus memastikan bahwa orang itu tidak memiliki dosa yang bisa menyeret Timotius karena asosiasinya dan pentahbisannya atas ornag itu. Salah satu bentuk menjaga kemurnian hidup: menjaga relasi, agar tidak berrelasi dan mendukung orang yang ternyata berdosa. Betapa pentingnya untuk mencari pimpinan Tuhan.
Ayat 23. Paulus mengentahui kondisi Timotius yang bermasalah: pencernaannya sering terganggu dan tubuhnya sering lemah. Maka Paulus memberikan saran yang praktis kepada Timotius agar menambahkan sedikit anggur di air minumnya. Daam konteks zaman itu, anggur memiliki khasiat kesehatan–sehingga saran Paulus adalah mengkonsumsi anggur untuk obat. Dan, ada peringatan agar Timotius hanya mengkonsumsi sedikit saja, dan mencampurkannya dengan air minum.
Ada hal-hal yang akan menjadi masalah ketika terlalu banyak dan tak terkendali. Anggur tidak dilarang sama sekali, melainkan bisa digunakan untuk tujuan yang yang benar–sebagai obat; dan harus disiplin dan diatur dalam konsumsinya: “sedikit”, supaya tidak menjerat orang kedalam kemabukan atau kecanduan. “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.” (1 Kor. 6:12).
Ayat 24. Ini agaknya masih berkaitan dengan ayat 22–Paulus menyatakan bahwa tidak semua dosa orang itu akan mudah terlihat. Ada orang yang dosanya terlihat menyolok–sehingga tidak perlu dibuktikan di pengadilan atau saksi. Tetapi ada dosa yang tersembunyi; dan baru akan ketahuan ketika waktu sudah berjalan. Karena itu, Timotius harus waspada menahbiskan orang yang kelihatan baik, karena bisa jadi ia menyimpan dosa yang suatu saat akan terkuak, dan Timotius bisa dikaitkan dengan dosa itu.
Ayat 25. Hal itu juga berlaku dalam hal perbukatan baik. Perbuatan baik yang tulus tidak akan selamanya tersembunyi. Pada waktunya Tuhan akan menyatakan perbuatan baik itu kepada publik, untuk kiemuliaan NamaNya. Jadi tidak perlu marah atau kuatir kalau perbuatan baikmu tidak diketahui orang lain; karena Tuhan mengetahuinya dan mencatatnya dan tidak akan mengabaikan atau melupakannya. Terpujilah Tuhan.
Penerapan:
(1) Mengatur hobby atau kesukaan saya–yang halal itu–dengan disiplin, agar tidak memperbudak dan merusak hidup saya.
(2) Berhati-hati dalam relasi dengan orang lain–tidak terllau cepat percaya, tetapi memohon pimpinan Tuhan bagaimana harus bersikap.
Views: 0