1 Timotius 4:6-11
Hidup sebagai orang percaya adalah hdiup yang memerlukan upaya dan kerja keras melakukan bagiannya–bukan untuk memperoleh atau mempertahankan keselamatan, sebab itu adalah anugerah Tuhan, melainkan untuk membangun hidup yang selaras atau sepadan dengan anugerah keselamatan yang Tuhan sudah berikan. Seperti latihan jasmani akan menolong tubuh fisik sehat dan berfungsi baik, demikian juga–bahkan lebih penting lagi–latihan kesalehan (disiplin rohani) membangun jiwa dan roh orang percaya.
Ayat 6-7. Paulus beralih dari bagaimana jemaat harus hidup kepada bagaimana Timotius harus hidup sebagai hamba Kristus yang baik. Pertama, Timotius harus tekun mengajarkan dan mengingatkan jemaat tentang pengajaran yang benar, dan tidak terlibat atau mengikuti praktik pengajaran yang memakai dongeng-dongeng
(mitos-mitos) yang tidak Alkitabiah.
Ini menjadi hal yang harus didoakan untuk para pendeta dan pengajar firman Tuhan, agar mereka tidak mengajarkan mitos atau dongeng atau cerita yang sensasional, selalu mencari sesuatu yang baru–demi menyenangkan telinga dan hati; tetapi agar mereka konsisten dan tekun mengajarkan doktrin firman Tuhan yang ortodoks, yang sudah diajarkan oleh para rasul; tidak membuat doktrin baru hasil rekaan manusia.
Ayat 7-9. Paulus mendorong Timotius untuk tekun melakukan latihan dalam kesalehan; sebagaimana latihan fisik itu bermanfaat, tapi terbatas hanya untuk kehidupan di dunia ini saja; latihan di dalam kesalehan itu memiliki manfaat yang jauh lebih besar untuk segala sesuatu, sebab mendatangkan kehidupan–baik kehidupan selama di bumi, maupun kehidupan dalam kekekalan kelak.
Latihan (gumnasia) merujuk kepada disiplin jasmani untuk mengendalikan keinginan tubuh, seperti: berpuasa, berpantang, dan tindakan “menyakiti” jasmani lain–yang diajarkan oleh pengajar-pengajar yang sesat. Paulus menyatakan bahwa itu tidak menghasilkan kesalehan (hidup sesuak kehendak Tuhan). Yang diperlukan adalah: latihan rohani yaitu ibadah di dalam kebenaran firman Tuhan.
Ayat 10-11. Paulus menekankan bahwa pengajarannya itu benar dan dapat dipercaya. Karena keyakinan kepada kebenaran pengajaran itulah, Paulus telah berjuang keras dalam pemberitaan Injil dan pemberitaan doktrin yang benar; sebab ia yakin itulah yang dikehendaki Tuhan, Sang Penyelamat semua manusia. Paulus mendorong Timotius untuk terus tekun mengajarkan dan mengkhotbahkan hal itu.
Pelayanan utama Timotius adalah: tekun mengingatkan dan memberitakan pengajaran yang benar, pengajaran yang sesuai dengan firman Tuhan sebagaimana telah diajarkan oleh para rasul. Dan itu adalah kerja keras, karena Timotius harus sunguh-sungguh mempelajari dan memahami pengajaran, kemudian harus mengerapkan dan menghidupinya sendiri, serta tekun dan tak jemu mengajarkannya kepada jemaat, di tengah berbagai ajaran sesat yang berkembang.
Apa saja latihan rohani yang harus dilakukan dengan tekun–sama dengan latihan jasmani atau olahraga: berdoa, meditasi dan merenungkan firman Tuhan, penerapan firman Tuhan dalam hidup sehari-hari, penyangkalan diri, pengendalian hawa nafsu/keinginan, kerendahan hati dan melayani orang lain. Richard Foster menulis buku Tertib Rohani (Celebration of Discipline) yang bisa digunakan sebagai penuntun dalam membangun latihan kesalehan.
Penerapan:
Mulai lagi belajar disiplin rohani, menggunakan buku Richard Foster sebagai penuntun.
Views: 12