2 Tesalonika 3:11-13
Ada orang yang kelihatannya sibuk dan begitu gaduh, tetapi sebenarnya mereka tidak melakukan apa-apa yang riil. Mereka menutupi kemalasan/keegganan bekerja untuk mendapatkan nafkah dengan bersikap sok sibuk, melibatkan diri dalam urusan ini-itu, ikut mengurusi urusan orang lain, tetapi sebenarnya tidak sedang mengerjakan apa-apa yang berarti.
Selain enggan bekerja dan menjadi beban bagi orang lain, sikap yang ditegor oleh Paulus adalah: orang-orang itu bukannya sibuk bekerja, tetapi sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna (doing no work, but acting like busybodies). Ini adalah bentuk kehidupan yang tidak tertib/disiplin yang dilakukan beberapa anggota jemaat. Periergazomai: occupied but busybodies, everywhere doing everything but doing nothing—ayat 11.
Paulus memerintahkan agar orang-orang ini: agar hidup tenang (stillness, quietness)–tidak ribut dan gaduh, dan bekerja dengan tekun untuk mencukupi kebutuhan mereka sendiri. Perintah ini diberi penekanan oleh aulus dengan frasa: “dalam Tuhan Yesus Kristus”–ayat 12. Dan Paulus menasihati semua jemaat agar tidak jemu-jemu untuk berbuat baik.–ayat 13.
Cara hidup yang dikehendaki Tuhan bagi orang percaya adalah: (1) tenang mengurusi dirinya sendiri; (2) tidak ribut dan gaduh atau sok sibuk tapi sebenarnya tidak menghasilkan apa-apa; dan (3) tekun bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya sendiri agar tidak menjadi beban bagi orang lain. Tidak sok sibuk, tetapi sibuk bekerja keras. Tidak ribut ikut campur urusan orang lain, tapi fokus bekerja keras dengan pekerjaannya sendiri.
Penerapan:
(1) Mengakui bahwa selama ini saya kadang melibatkan diri dengan urusan (kampus UKTS) yang bukan menjadi bagian saya–tetapi sebenarnya tidak menghasilkan apa-apa yang bernilai.
(2) Saya mau hidup tenang (tidak gaduh/ribut) dan tidak melibatkan diri dalam urusan yang saya tidak diminta, melainkan fokus kepada pekerjaan dan tanggung jawab saya.
Views: 18