Cara Hidup Orang Percaya: Mau Bekerja Keras

2 Tesalonika 3:6-10

Hidup di dalam Kerajaan Allah, di bahwa naungan anugerah Allah, bukan hidup yang tidak teratur, melainkan hidup yang diwarnai kerajinan dan disiplin. Kedisiplinan hidup orang percaya bukan dalam rangka mengumpulkan nilai atau untuk memenuhi syarat keselamatan, atau untuk merebut kasih Allah–sebab Allah telah menunjukkan kasi-Nya ketika orang masih berdosa; melainkan sebagai model hidup yang menghargai anugerah kehidupan dari Allah.

Bentuk disiplin yang harus dimiliki jemaat adalah: tidak malas, melainkan rajin dan tekun untuk bekerja dalam mencari nafkah. Di antara jemaat Tesalonika ada orang-orang yang hidup tidak disiplin (unruly life), yaitu mereka membebani orang lain dengan bergantung/meminta nafkah tetapi tidak mau bekerja keras. Paulus menyatakan bahwa cara hidup ini adalah cara hidup yang bertentangan dengan ajaran mereka: setiap orang harus bekerja untuk memperoleh makan (nafkah)–ayat 6, 10.

Perintah Paulus kepada jemaat Tesalonika tentang orang-orang yang tidak tertib ini adalah: jemaat menjauhkan diri dari orang-orang itu–dan Paulus menekankan perintah ini dengan frasa “dalam nama Tuhan Yesus Kristus”. Perintah menjauhi orang-orang itu itu diberikan bukan karena tidak mengasihi, tetapi demi kemuliaan Nama Tuhan Yesus Kristus, agar Nama Kristus tidak tercemar oleh cara hidup yang tidak tertib itu (ayat 6).

Dasar atau alasan perintah Paulus ini adalah: (1) itu ajaran yang sudah disampaikan oleh Paulus: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan–ayat 10; (2) Paulus sendiri menunjukkan contoh cara hidup ini: ia tidak perah lalai bekerja, melainkan berusaha dan berjerih lelah siang malam untuk mencukupi kebutuhannya–ayat 7-8; (3) sekalipun Paulus berhak meminta dukungan (sebagai hamba Tuhan), namun ia memberi teladan bagaimana hidup tidak menjadi beban bagi orang lain–ayat 9.

Alasan untuk bekerja keras bagi orang percaya: (1) itu menjadi jalan berkat dari Tuhan; (2) agar tidak menjadi batu sandungan karena membebani orang lain; (3) sebagai teladan atau kesaksian hidup yang menghargai anugerah Tuhan; (4) bentuk hidup yang memuliakan Nama Tuhan Yesus Kristus di tengah lingkungan; (5) diklarasi atau kesasksian tentang keadilan Tuhan: siapa bekerja akan bisa makan.

Penerapan:
(1) Mengakui bahwa saya tidak selalu rajin bekerja, melainkan sering malas/enggan dan tidak mengerjakan tugas saya dengan sungguh-sungguh.
(2) Saya akan hidup disiplin: mengatur waktu dan energi saja supaya bisa menyelsaikan pekerjaan saya dengan maksimal.

Views: 2

This entry was posted in 2 Tesalonika, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.