Lukas 24:33-45
Kedua murid, yang semula mencegah Tuhan Yesus untuk melanjutkan perjalanan karena hari sudah malam–dan kemungkinan ada bahaya di jalan, sekarang justru langsung berjalan balik ke Yerusalem dari Emaus! Semua concern tentang perjalanan di malam hari langsung menjadi tidak penting lagi–sebab ada yang jauh lebih penting, yang lebih besar: memberitahu murid-murid yang lain bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dan menampakkan Diri kepada mereka.
Sampai di Yerusalem, mereka menemui 11 murid dan teman-teman yang lain–bisa jadi termasuk para perempuan yang menjaidsaksi pertama kebangkitan Kristus. Ternyata, Tuhan Yesus pada hari itu juga telah menampakkan diri kepada Simon Petrus (ayat 34), sehingga di hari pertama itu, Dia sudah menampakkan diri minimal tiga kali: kepada Maria Magdalena (Yoh.20:11-18), kepada Petrus, dan kepada kedua murid di Emaus.
Ketika mereka sedang mempercakapkan semua itu, tiba-tiba Tuhan Yesus berdiri di tengah mereka dan berkata kepada mereka “Damai sejahtera bagi kamu!” (ayat 36). Padahal, murid-murid itu ada di dalam ruangan yang terkunci (Yoh. 20:19). Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Itureaksi pertama–yang dapat dipahami. Di dalam ruang tertutup, mereka sedang membicarakan Tuhan Yesus, dan Dia yang dibicarakan itu tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka. Murid-murid harus belajar menerima kenyataan bahwa Tuhan Yesus tidak lagi dibatasi oleh tubuh manusia, sehingga relasi mereka juga berubah.
Melihat reaksi murid-murid, Tuhan Yesus menolong mereka untuk tidak ragu dan menjadi percaya: Pertama, meminta murid-murid melihat dan meraba tubuh-Nya, supaya mereka tahu bahwa TubuhNya solid, bukan hantu–sambil secara khusus memperlihatkan tangan dan kaki-Nya, di mana lobang bekas paku salib itu masih ada–ayat 38-40; Kedua, meminta makanan kepada murid-murid, lalu mengambil sepotong ikan dan memakannya di hadapan mata mereka–untuk memperlihatkan bahwa Ia benar-benar hidup seperti manusia normal–ayat 41-43.
Dan yang Ketiga: menjelaskan semua perkataan-Nya yang pernah diajarkan-Nya kepada mereka, dan bahwa semua peristiwa yang terjdi beberap ahari terakhir adalah merupakan penggenapan semua yang tertulis tentang Mesias, yaitu Dia, di dalam kitab Musa, kitab para nabi, dan kitab Mazmur. Lalu, Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci (ayat 44-45). Pada akhirnya, yang terpenting adalah pengertian akan firman Tuhan; bukan tanda ajaib, bukan bukti empiris–sekalipun Tuhan juga memakainya. Iman sejati dialaskan di atas firman/janji Tuhan, penglihatan dan pengalaman merupakan suplemen saja: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh. 20:29).
Penerapan:
Bersyukur untuk janji-janji yang telah diberikan Tuhan melalui berbagai cara. Terus tekun untuk merenungkan Firman Tuhan, sebab pengertian akan Firman Tuhan adalah dasa iman yang utama.
Views: 69