Tentang Blog Ini
-
Tulisan Terbaru
-
Pencarian
Kategori
Admin Blog
Category Archives: Wahyu
Meterai 3: Kematian karena Kelaparan Global
Wahyu 6:5-6 uhan adalah sumber kehidupan dan rejeki. “Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya; Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.” (Maz. 145:15-16). Tapi, menjelang akhir zaman, Tuhan akan mengijinkan … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Meterai 3: Kematian karena Kelaparan Global
Meterai 2: Pemerintahan yang Membawa Konflik dan Peperangan
Wahyu 6:3-4 uhan adalah Raja yang sesungguhnya atas alam semesta. Dalam konteks kehidupan masyarakat atau bangsa-bangsa di dunia, Tuhanlah penentu segalanya. Suasana tenang atau rusuh, suasana damai atau penuh konflik–itu semuanya di tangan Tuhan. Ia yang memutuskan dan mengijinkan sebuah … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Meterai 2: Pemerintahan yang Membawa Konflik dan Peperangan
Meterai 1: Pemimpin/Pemerintah Dunia dengan Damai
Wahyu 6:1-2 etelah menerima pujian dan penyembahan dari segala makhluk di alam semesta ini karena hanya Ia satu-satunya yang layak untuk menerima dan membuka gulungan kitab yang berisi keputusan Allah Bapa, maka Anak Domba Allah, Kristus yang sudah menjadi Korban … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Meterai 1: Pemimpin/Pemerintah Dunia dengan Damai
Anak Domba yang Menang dengan Kematian-Nya
Wahyu 5:1-14 anya Tuhan Yesus Kristus, satu-satunya yang layak untuk membuka rahasia kehendak Allah Bapa di masa depan. Dan Ia layak karena Ia sudah menang; dan kemenangan-Nya itu diraih dengan kematian-Nya di kayu salib sebagai Korban Penebus Dosa–dengan kematian-Nya, Ia … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Anak Domba yang Menang dengan Kematian-Nya
Siapakah Dirimu di Mata Tuhan?
Wahyu 3:14-22 emaat terakhir yang mendapat pernyataan darii Tuhan Yesus melalui surat Yohanes adalah Laodikia. Kota Laodikia terkenal karena kekayaannya dan industri yang memproduksi kain wool. Sekitar 35 tahun sebelum surat Yohanes ini dikirimkan, Laodikia hancur karena gempa bumi; tetapi … Continue reading →