Wahyu 6:1-2
Setelah menerima pujian dan penyembahan dari segala makhluk di alam semesta ini karena hanya Ia satu-satunya yang layak untuk menerima dan membuka gulungan kitab yang berisi keputusan Allah Bapa, maka Anak Domba Allah, Kristus yang sudah menjadi Korban Penebus Dosa, yaitu Sang Pemenang itu, mulai membuka ketujuh meterai satu demi satu. Dan setiap kali satu meterai dibuka, dinyatakanlah kehendak atau rencana Allah yang akan terjadi di masa depan–menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Meterai pertama: akan ada pemimpin/pemerintahan yang muncul dan berkuasa atas seluruh dunia.
Ayat 1. Anak Domba Allah membuka meterai yang pertama. Kemudian makhluk sorgawi pertama berkata kepada Yohanes: “Mari datanglah“. Beberapa terjemahan lain menuliskan “Mari keluarlah!“, ada pula yang menerjemahkan dengan “Datang dan lihatlah.” Apapun terjemahannya, tetapi ini yang kemudian terjadi.
Yohanes melihat–tanpa perintah/kehendak sorgawi untuk bisa melihat, maka Yohanes tidak akan bisa melihat apa-apa. Benar firman Tuhan melalui Paulus: “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah … Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.” (1 Kor. 2:10,11b).
Secerdas apapun, seberapa banyaknya pengetahuan atau pengalaman seseorang, tanpa kehendak dan pernyataan dari Tuhan dan tanpa pertolongan Roh Kudus, maka ia tidak akan bisa menelihat–apalagi memahami–rahasia Allah! Tidak heran kalau banyak ahli teologia justru menjadi sesat, sedangkan nelayan dan anak kecil malah mendapat pencerahan; sebab kehendak Allahlah yang menentukan seseorang bisa melihat dan memahami rahasia-Nya!
Ayat 2. Setelah perintah dinyatakan oleh makhluk sorgawi itu, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah busur panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu penunggang kuda putih itu maju sebagai pemenang/pahlawan untuk merebut kemenangan. Secara umum, makna dari lambang ini adalah: Tuhan akan mengijinkan ada seorang pemimpin yang berusaha merebut kemenangan/kekuasaan/pengaruh yang besar di dunia ini, tetapi tanpa cara kekerasan.
Pernyataan rahasia Tuhan ini bersifat prediktif/nubuat apa yang akan terjadi di masa depan; tetapi Tuhan tidak hanya tahu apa yang akan terjadi, tetapi Ia mengendalikan dan berdaulat atas semua yang akan terjadi. Apa gunanya tahu masa depan, tetapi tak berdaya atasnya? Hanya bisa pasrah atau depresi atau ketakutan atau putus asa atau pahit hati. Terpujilah Tuhan, sebab Ia tidak hanya tahu apa yang akan terjadi, tetapi Ia berkuasa dan mengendalikan semuanya! Sehingga umat Tuhan itu aman bersama Dia!
Penerapan:
(1) Memuji Tuhan, sebab Ia yang berdaulat atas segala sesuatu, masa kini maupun di masa depan.
(2) Memuji Tuhan dan bergantung kepada Tuhan dalam hal melihat dan memahami rahasia Illahi–hanya perkenan Tuhan yang memungkinkan saya bisa melihat dan mengerti.
Views: 2