1 Samuel 1:9-11, 18
Ketika seseorang meminta atau menginginkan sesuatu, dia tidak menerima karena tidak berdoa kepada Tuhan. Atau, dia berdoa juga, namun motivasinya salah, karena apa yang diminta itu akan digunakan untuk kepentingannya sendiri, dan sama sekali tidak ada kaitan atau urusannya dengan kehendak Tuhan. “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yak. 4:2-3).
Ayat 9-10. Pada suatu kali–entah sudah berapa tahun tekanan dan kesedihan dalam keluarganya berlangsung, setelah makan dan minum–di mana Hana menolak untuk makan karena kesedihannya–Hana dengan hati pedih berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.
Apakah baru sekarang Hana berdoa dan menangis kepada TUHAN? Apakah selama ini ia tidak memasukkan TUHAN sebagai faktor penentu dalam perjalanannya untuk mendapatkan anak? Apa yang dilakukan Hana bertahun-tahun agar kerinduannya terpenuhi? Berobat, mencari teknik, melakukan ini-itu–selain datang kepada TUHAN?
Ataukah selama ini Hana sudah berdoa juga–mengingat bahwa suaminya seorang yang taat beribadah, dan dengan setia membawa keluarganya, termasuk Hana untuk datang beribadah kepada TUHAN–tetapi TUHAN yang tidak menjawab doanya? Atau Hana sudah berdoa juga, tetapi tidak sampai menangis tersedu-sedu? Karena yang dicatat di bagian awal kisah ini adalah: ia menangis dan tidak mau makan.
Ayat 11. Kemudian bernazarlah Hana. Hana berjanji kepada TUHAN, kalau TUHAN berkenan memberikna anak laki-laki kepadanya–sekalipun hanya 1 orang, maka ia akan menyerahkan anak itu sebagai nazir TUHAN, yaitu orang yang dikhususkan untuk melayani TUHAN, seumur hidupnya.
Mungkinkah ini yang ditunggu oleh TUHAN? Sebab dicatat bahwa pada hari-hari setelah bernazar, Hana mengandung dan satu tahun kemudian melahirkan seorang anak laki-laki (ayat 19-20). TUHAN tidak kurang berkuasa untuk membuka kandungan Hana. Tetapi TUHAN ingin menegaskan atau memurnikan keinginan Hana: apa sebenarnya yang diinginkan ketika meminta anak? Apa yang akan dilakukan dengan permintaannya,kalau itu dikabulkan oleh TUHAN?
Ayat 18. Setelah selesai berdoa dan mengucapkan nazarnya kepada TUHAN, Hana tidak muram lagi, melainkan ia mau makan dan minum. Hal yang tidka pernah dialaminya selama bertahun-tahun. Sekarang, setelah ia berdoa kepada TUHAN dengan sepenuh hati, dengan segala kepahitan dan kesediahannya, dan setelah ia bernazar bahwa jawaban doa TUHAN itu akan dipersembahkan kepada kehendak TUHAN, barulah Hana bisa bersukacita.
Penerapan:
Saya mengakui bahwa ada hal-hal yang saya inginkan, tetapi tidak saya doakan kepada Tuhan. Dan ada hal-hal yang saya doakan, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan kehendak Tuhan, sebab yang saya doakan itu semata-mata untuk kesenangan atau kepentingan saya; memuaskan hawa nafsu saya sendiri.
Views: 5