Wahyu 6:5-6
Tuhan adalah sumber kehidupan dan rejeki. “Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya; Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.” (Maz. 145:15-16). Tapi, menjelang akhir zaman, Tuhan akan mengijinkan kelaparan terjadi untuk menggenapi rencana-Nya. Rejeki itu ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh upaya manusia.
Ayat 5. Meterai ketiga dibuka oleh Anak Domba Allah, dan makhluk sorgawi yang ketiga–yang mukanya menyerupai manusia–berkata “Mari!“; Yohanes melihat seekor kuda hitam dengan penunggangnya memegang sebuah timbangan di tangannya.
Warna hitam biasanya melambangkan kekelaman dan kematian. Timbangan biasnaya digunakan dalam transaksi jual-beli–menimbang komoditas, juga menimbang keping perak/emas sebagai alat pembayaran. Sehingga gamabaran yang dilihat Yohanes ini maknanya berkaitan dengan situasi ekonomi yang akan terjadi, setelah ada masa perdamaian dan masa peperangan. Di mana situasi ekonomi itu akanmenjadi penyebab banyak kematian.
Ayat 6. Yohanes lalu mendengar seperti ada suara dari tengah-tengah keempat makhluk itu–bukan makhluk itu yang berbicara, tetapi ada yang lain: “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.”
Satu dinar adalah upah harian seeorang buruh. Upah satu hari itu hanya akan cukup untuk membeli gandum untuk satu kali makan saja; sedangkan kalau untuk membeli jelai, bisa cuku untuk 3 kali makan–tapi sudah tidak ada sisa uang sama sekali untuk membeli minyak dan anggur. Ini menggambarkan situasi kelaparan atau kelangkana bahan makanan–sehingga harga bahan makanan menjadi sangat tinggi.
Karena masa kelaparan atau rawan pangan itu begitu parah, maka akan banyak orang yang meninggal karena kepalaran–mereka tidak sanggup untuk membeli makanan yang harganya meroket sangat tinggi. Setelah peperangan, kelaparan akan menjadi penyebab utama banyaknya kematian di masa mendatang.
Views: 5