Meterai 4: Akselerasi Kehancuran Dunia

Wahyu 6:7-8

Dunia ini sudah jatuh dan rusak karena dosa. kecenderungan hati manusia adalah berbuat kejahatan. Sampai menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, Tuhan masih menahan laju kejahatan dan kerusakan itu, supaya ada kesempatan manusia bertobat. Tetapi, akan tiba waktunya, ketika orang percaya/orang benar telah diangkat ke sorga, maka dunia ini akan mengalami akselerasi kejahatan dan kerusakan, sampai kepada titik kepunahannya.

Ayat 7. ketika Anak Domba Allah itu membuka meterai yang keempat, maka makhluk sorgawi yang rupanya menyerupai burung rajawali berkata: “Mari!”

Ayat 8. Yohanes kemujdian melihat ada seekor kuda hijau kuning atau kuda berwarna hijau pucat (an ashen/pale/pale green horse). Berbeda dari sebelumnya, penunggang kuda ini memiliki nama, yaitu “Kematian: atau “Maut”. Penunggang kuda itu diiringi oleh penunggang yang lain, yang bernama “Kuburan”. Ini sangat jelas melambangkan ada kematian massal yang akan melanda dunia.

Kedua penunggang kuda itu diberi kuasa atas seperempat isi bumi. Kalau saat ini penduduk dunia sudah mencapai 8 milyar manusia, maka kalau mereka hadir saat ini, mereka berkuasa atas 4 milyar manusia. berkuasa untuk apa? Untuk membunuh mereka dengan pedang, kelaparan, dan wabah penyakit, dan serangan binatang buas.

Penungganng kuda kedua dan ketiga menjadi lambang terjadinya banyak peperangan dan kelaparan di bumi ini. Dan situasi tersebut akan ditambah dengan adanya wabah penyakit–pengalaman dnegan virus Corona menunjukkan bahwa wabah penyakit global itu mungkin terjadi, dan serangan binatang buas (ini bisa berarti harafiah, tapi mungkin juga orang-orang jahat atau kriminal). Situasi yang chaos: peperangan, kelaparan, wabah penyakit, dan kriminalitas–beruntun menimpa dan akan membunuh seperempat populasi manusia!

Bukannya Tuhan yang memulai kejahatan, sebab Tuhan itu Mahakudus, tidak ada niat dan tidak mungkin melakukan kejahatan. Tetapi, di zaman akhir, ketika umat Tuhan sudah diangkat, maka tidak ada lagi rem yang menahan laju kejahatan dan kerusakan! Ketika terang dan garam dunia itu sudah diambil, maka dunia melaju di dalam kebusukannya.

Penerapan:
Selama masih ada di dunia, jadilah garam yang memperngaruhi sekelilingmu untuk kebenaran; dan jadilah terang untuk menolong sekelilingmu melihat kebenaran.

Views: 5

This entry was posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu. Bookmark the permalink.