Membangun dengan hati-hati atau sembrono?

1 Korintus 3:10-15

Paulus diberi tugas untuk meletakkan pondasi jemaat, yaitu Yesus Kritus. Orang lain membangun di atas pondasi itu. Pondasinya sama semua, satu-satunya, dan tidak bisa digantikan, yaitu: Yesus Kristus–pemberitaan Injil, kelahiran baru, perpindahan status. Semua orang percaya mulai dari titik start yang sama! Perbedaan akan dimulai pada saat membangun di atas pondasi itu!

Continue reading

Views: 46

Posted in 1 Korintus, Saat Teduh | 2 Comments

Pekerja/hamba Allah

1 Korintus 3:4-9

Posisi Paulus, Apolos, dan semua orang yang terlibat di dalam pelayanan (termasuk saya) adalah sama: hamba yang melayani (melakukan tugas pelayanan). Tiap orang memiliki panggilannya, tiap orang memiliki tanggung jawab yang harus dilakukan. Dan tiap orang akan menerima upah sesuai pekerjaannya.

Continue reading

Views: 48

Posted in 1 Korintus, Saat Teduh | 2 Comments

Syarat pengenalan yang makin dalam tentang Allah

1 Korintus 3:1-3

Paulus menilai jemaat Korintus sekalipun sudah percaya, namun masih bayi, masih duniawi (orang percaya yang hidupnya masih didominasi oleh sifat-sifat kedagingan). Mereka pernah menjadi bayi, namun sampai sekarangpun mereka masih belum dewasa.

Continue reading

Views: 33

Posted in 1 Korintus, Saat Teduh | Leave a comment

Pemberitaan dengan kekuatan Allah

1 Korintus 2:1-16

Pemberitaan Injil itu sederhana: Kristus mati disalib untuk menebus dosa manusia, siapa yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal. Tidak rumit, tidak membutuhkan pengetahuan filsafat, tidak harus menguasai logika atau teknik argumentasi dan persuasi. Ceritakan fakta historis tentang kematian Kristus dan tawarkan apakah orang mau percaya kepada-Nya.

Continue reading

Views: 31

Posted in 1 Korintus, Saat Teduh | Leave a comment

Hikmat yang ditundukkan

1 Korintus 1:17-31

Sangat ironis ketika jemaat terpecah-belah karena perbedaan pemahaman, pengertian, atau hikmat; sementara jemaat itu sendiri dilahirkan dari pemberitaan Injil–yang merupakan kebodohan bagi hikmat dan pengertian manusia. Isi Injil adalah: Kristus sudah mati disalib untuk menebus dosa manusia, supaya manusia bebas dari dosa dan memiliki hidup yang kekal. Injil yang sederhana ini menjadi batu sandungan bagi orang-orang berhikmat–hanya mereka yang meletakkan hikmatnya di bawah iman akan dapat menerima dan percaya.

Continue reading

Views: 30

Posted in 1 Korintus, Saat Teduh | Leave a comment