Proses Alami Janji Tuhan

Kejadian 23:1-20

Sarah mati pada umur 127 tahun. Kematin Sarah menjadi jalan bagi pemenuhan janji Tuhan tentang tanah Kanaan. Abraham membeli tanah pekuburan untuk Sarah dari Bani Het. Ini adalah sepetak tanah pertama yang menjadi milik Abraham. Sebelumnya Ia tidak punya tanah, tetapi hidup nomaden. Abraham tidak mau diberi tnah; ia mendesak untuk membelinya di hadapan banyak saksi. Ini untuk menetapkan hak kepemilikan yang kuat, yang tidak bisa dibantah.

Continue reading

Views: 23

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Paling Berharga bagi Tuhan

Kejadian 22:1-24

Tuhan menguji Abraham: apakah Abraham sungguh-sungguh takut kepadaNya. Tuhan tidak benar-benar akan membunuh Ishak–dan kalaupun Ishak terbunuh, Tuhan bisa membangkitkannya kembali. Pointnya adalah: apakah Abraham takut dan taat kepada Tuhan melebihi segala sesuatu?

Continue reading

Views: 30

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Bukti Penyertaan Tuhan

Kejadian 21:22-34

Abimelekh melihat bukti-bukti bahwa Tuhan menyertai Abraham dalamm segalla hal yang dilakukan. Kesadaran akan penyertaan Allah atas Abraham itu yang mendorong Abimelekh untuk mengikat perjanjian dengan Abraham, supaya Abraham tidak berlaku jahat kepadanya, keturunannya, dan negeri yang ditempati Abraham.

Continue reading

Views: 25

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Ketika Ada Salah Langkah

Kejadian 20:1-21:21

Di tengah sukacita dan eforia Sarah karena melahirkan Ishak, muncul masalah yang baru. Di tengah pesta besar penyapihan Ishak, Sarah melihat Ismael mengolok-olok Ishak. Dan itu membuatnya sangat gusar. Dulu Hagar merendahkan Sarah, dan sekarang Ismael mentertawakan Ishak. Ishak dan Ismael tidak bisa hidup bersama–mereka harus dipisahkan.

Continue reading

Views: 24

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Terbatas karena Prasangka

Kejadian 20:1-18

Tuhan bisa berbicara kepada orang yang belum percaya, dan memakai orang yang belum percaya sebagai alat untuk menegur hambaNya. Ketika hamba Tuhan sedang tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Pekerjaan Tuhan tidak dibatasi oleh kapasitas hambaNya. Tuhan berkuasa, Tuhan berotoritas, Ia berkuasa melaksanakan apa yang telah Ia tetapkan.

Continue reading

Views: 27

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment