1 Samuel 30:1-20
Sekalipun telah mengerti kehendak Tuhan dan memegang janji Tuhan yang jelas, tidak selalu perjalanan itu mulus–ada situasi yang menghambat atau melemahkan; tetapi selama seorang berada di dalam jalan Tuhan dan mengikuti pimpinan Tuhan, akan ada kekuatan dan pertolongan dari Tuhan, karena Tuhan sudah berjanji bahwa perjalanan itu akan berhasil! Dan, Tuhan pasti akan memenuhi janji-Nya, bahkan Ia bisa memberikan lebih daripada apa yang dapat kita pikirkan.
Ayat 1-3. Perjalanan dari perkemahan pasukan Filistin ke Ziklag memakan waktu 3 hari, ketika sampai di sana ternyata orang Amalek telah menyerang kota itu, membakarnya, dan membawa semua harta, perempuan dan anak-anak sebagai jarahan. Istri-istri dan anak-anak Daud dan pengikutnya telah dibawa semua oleh orang Amalek.
Ayat 4-6. Daud dan pasukannya sangat sedih dan marah–mereka mengeluh dan menangis sampai tidak punya kekuatan lagi. Dan tekanan yang dialami Daud bertambah dengan situasi di mana pengikutnya sakit hati dan menyalahkan dia–karena membawa mereka mengikuti pasukan Filistin, dan ada yang mau melempari dia dengan batu. Tetapi, Daud menguatkan dirinya di dalam TUHAN.
Perbedaan Daud dengan Saul dan dengan pengikutnya. Ketika sama-sama mengalami tekanan yang sangat berat, Saul menumlahkan emosinya dan pergi mencari petunjuk kepada roh jahat; pengikut daut pahit hati dan menyalahkan orang lain; tetapi Daud menguatkan hatinya di dalam TUHAN. Ini karakter orang yang berkenan kepada Tuhan. Dalam segala situasi hatinya melekat dan mencari kehendak Tuhan, tidak terbawa kepada pikiran dan emosinya sendiri atau pergi kepada orang lain, melainkan pergi kepadaa Tuhan.
Ayat 7-8. Daud meminta Abyatar untuk mencari kehendak TUHAN apakah diijinkan untuk mengejar orang Amalek, dan apakah ia bisa mengalahkan mereka. Dan TUHAN menjawab: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.” (ayat 8).
Ayat 9-15. Mentaati dan memegang janji TUHAN, Daud memimpin pasukannya mengejar orang Amalek. Ini bukan pikiran atau keinginan atau rencana Daud sendiri, melainkan ini melakukan kehendak TUHAN. Karena kondisi mereka yang lelah, ada 200 orang yang tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Ini masalah pertama: pasukan Daud tidak dalam kondisi prima. Masalah kedua: Daud tidak tahu dengan pasti ke mana harus pergi–tetapi TUHAN menyediakan petunjuk jalan karena bertemu budak Amalek yang dibuang karena menderita sakit; di dalam kekusahan, Daud tetap menolong orang, dan dari sana malah mendapat petunjuk TUHAN.
Ayat 16-20. Betapa besar pertolongan TUHAN! Pasukan Amalek itu jauh lebih besar daripada pasukan Daud–yang tinggal 400 orang dan sudah kelelahan. Dauad menunggu semalam, ketika orang-orang Amalek itu sedang merayakan kemenangan dan jarahan yang besar yang dirampas tidak hanya dari Ziglag, tetapi juga dari wilayah Filistin dan Yehuda.
Pagi harinya Daud menyerang perkemahan itu dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam–sehari penuh Daud dan pengikutnya berperang. Semua pasukan Amalek tewas kecuali 400 orang muda yang bisa lari menunggang unta! Dan tidak ada satupun manusia atau barang jarahan milik Daud dan pengikutnya yang hilang, semuanya kembali bahkan ditambah dengan jarahan lain. Pengikut Daud membawa semua ternak jarahan itu kepada Daud dan menyatakan: “Inilah jarahan Daud” (ayat 20).
Karena Daud mencari kehendak TUHAN dan memegang janji-Nya, maka ia menerima penggenapan janji yang sangat besar–melebihi dari apa yang diharapkannya; sekalipun sebenarnya pasukan Daud lebih kecil dan lebih lemah dibandingkan pasukan Amalek. Daud dan pasukannya hanya menginginkan kembalinya istri dan akan mereka serta harta milik mereka sendiri yang dirampas, tetapi TUHAN memberikan barang jarahan yang lain kepada mereka. Apa yang dikumpulkan orang Amalek justru diberikan TUHAN kepada Daud dan pasukannya.
Penerapan:
(1) Terus menjadi kehendak dan pimpinan dan janji Tuhan bagi setiap hal yang harus diusahakan (endevour). Meyakini bahwa sumber keberhasilan bukan kekuatan saya, melainkan Tuhan.
(2) Ketika sedang dalam persoalan atau kebutuhan, tetap membantu orang lain yang ditemui dengan apa yang saya miliki–siapa tahu, Tuhan akan memakai orang itu sebagai jalan pertolongan-Nya.
Views: 0