Kemunafikan Akan Dibongkar. Berharaplah pada Kemurahan Tuhan.

1 Samuel 28:1-2; 29:1-11.

Cepat atau lambat, Tuhan akan membawa orang kepada situasi yang akan menyatakan siapa dia yang sebenarnya–tidak ada rahasia yang bisa selamanya ditutupi. Semua akan dibukakan. Dan bagi orang yang munafik atau mempunyai kehidupan ganda, maka ini adalah saat yang sangat menyesakkan! Dan waktu itu pasti akan datang, di mana dia harus mau atau terpaksa atau dipaksa membuka dirinya yang sebenarnya. Hanya anugerah dan belas kasihan Tuhan yang bisa melepaskan dari situasi sulit itu.

1 Sam 28:1-2. Kehidupan ganda Daud harus diakhiri–kaalu selama ini ia berbohong kepada Akhis, bahwa ia telah menyerang wilayah Israel padahal menyerbu daerah lain, sekarang ia benar-benar harus maju berperang bersama orang Filistin untuk melawan pasukan Israel. Bahkan Akhis mengangkat Daud menjadi pengawalnya sendiri–Daud tidak bisa menghindar atau mencari alasan. Nasibnya ada di ujung tanduk karena keputusannya sendiri untuk hidup munafik!

Sekalipun kelihatannya Daud tenang dalam menjawab Akhis, tetapi kemungkinan besar hatinya kalut dan otaknya berpikir keras mencari cara bagaimana ia bisa lepas dari situasi yang sangat sulit itu! Situasi di mana kebohongannya selama ini akan dibuka dan dia harus membuktikan kepalsuan yang selama ini ditampilkannya kepada orang lain. Orang yang fasik akan terus mencari jalan keluar agar kebohongannya tidak terbongkar. Dan kalaupun akhirnya terpaksa dibongkar, ia akan mengeraskan hati dalam dosanya.

1 Sam 29:1-5. Ketika para pemimpin Filistin melihat Daud menyertai Akhis, mereka marah kepada Akhis karena mengikutkan Daud di dalam pasukan mereka. Mereka tidak percaya bahwa Daud akan sungguh-sungguh berperang melawan bangsanya sendiri, dan mereka yakin bahwa nanti di tengah peperangan Daud akan menyeberang ke pihak orang Israel dan menyerang pasukan Filistin.

Kemarahan atau kecurigaan raja-raja Filistin itu sangat wajar dan seharusnya demikian! Tetapi yang menarik adalah, mereka tidak langsung mengkonfrontasi Daud atau langsung menyerang Daud. Mereka mungkin berpikir agar tidak terjadi perang sendiri antara pasukan mereka dan pasukan Akhis dan pasukan Daud. Maka mereka hanya menyampaikan kemarahan mereka kepada Akhis. Ini menunjukkan bahwa kekuatan pasukan Akhis ditambah pasukan Daud (apalagi mereka tahu reputasi Daud selama ini sebagai panglima perang) cukup kuat di mata raja-raa Filistin yang lain.

Ayat 6-11. Akhis menyampaikan keberatan para raja Filistin kepada Daud. Akhis menyatakannya juga dengan kalimat yang positif: ia mempercayai Daud, tetapi raja-raja yang lain tidak menyukainya. Agaknya Akhis memang benar-benar sudah mengagumi atau respek kepada Daud–sekalipun selama ini sebenanarya dia dibohongi oleh Daud. Akhis juga memperhitungkan kemungkinan konflik dengan raja-raja yang lain kalau ia bersikeras membawa Daud berperang bersamanya.

Ini adalah jalan TUHAN menyelamatkan Daud: ia masih tetap dipercaya oleh Akhis, tetapi ia tidak perlu untuk menghadapi dilema harus memerangi bangsanya sendiri untuk membuktikan loyalitasnya kepada Akhis. Tapi, respons Daud menunjukkan sisi buruk dari karakternya. Ia masih berusaha mempertaankan citra dan kemunafikannya dengan menunjukkan rasa tersinggung karena tidak dipercaya! Bukannya bersyukur karena dilepaskan TUHAN dari dilema, tapi ia justru menunjukkan sikap tidak tahu terima kasih.

Setelah “basa-basi” pembelaan dirinya didengarkan oleh Akhis, yang kembali mengkonfirmasi bahwa ia sangat percaya kepada Daud–bahkan menyebut Daud sebagai “utusan Allah” baginya, tetapi ia harus mengakomodasi pendapat raja-raja Filistin yang lain, keesokan paginya Daud bersama pasukannya pergi meninggalkan pasukan Filistin untuk kembali.

Apa yang terjadi kalau Akhis bisa membujuk raja-raja yang lain untuk membawa Daud berperang melawan Israel? Dia tidak tahu bahwa ini ada pertempuran terakhir yang dipimpin Saul. Karena dalam pertempuran kali ini Saul dan anak-anaknya, termasuk Yonatan akan mati terbunuh oleh orang Filistin. Betapa baiknya TUHAN memelihara dan mencegah Daud masuk dalam situasi yang akan sulit baginya. TUHAN mngunci Daud supaya merjalan sesuai dengan rancangan-Nya, tidak memberikan ruang atau pilihan bagi Daud untuk masuk ke dalam peperangan melawan Israel.

Penerapan:
(1) Bersyukur kepada Tuhan karena telah dimerdekakan dari kemunafikan, dan setelah kemunafikan saya terbongkar, saya matih tetap mendapatkan kasih dan penerimaan. Terpujilah Tuhan.
(2) Berdoa meminta agar Tuhan membawa mereka kepada waktu untuk membuka kedok kemunafikan dan kebohongan yang selama ini dipertahankan. Kalau boleh, Tuhan bermurah hati dan berbelas kasihan agar mereka mengalami pertobatan dan pengampunan Tuhan.
(3) Minta hati yang menurut kepada Tuhan dan tidak menonjolkan kesombongan atau ego, karena jalan Tuhan adalah jalan yang terbaik untuk memelihara dan menyelamatkan saya dari kesulitan yang tidak perlu.

Views: 11

This entry was posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh. Bookmark the permalink.