Ketika Memiliki Kehidupan Ganda

1 Samuel 27:8-12

Ketika seorang percaya berkompromi dengan dunia–apapun alasannya, maka ia akan memiliki kehidupan ganda, kehidupan yang munafik. Dan kehidupan munafik itu pasti harus melakukan kebohongan, dan kebohongan itu pasti akan memakan korban! Ada yang dikorbankan demi menutupi kepalsuan dan demi menjaga penampilan di depan orang lain. Korban yang terutama adalah: integritas atau hati nuraninya.

Ayat 8-10. Kehidupan ganda Daud. Ia dan pasukannya menjadi tentara bayaran bagi Akhis, orang Filistin itu. Daud dan pasukannya menyerang dan membinasakan bangsa-bangsa yang tinggal di wilayah sebelah utara Filistin sampai ke Mesir. Setiap kali menyerang, ia tidak membiarkan ada satupun pensusuk yang hidup; dan ia merampas semua harta mereka untuk diserahkan (sebagian) kepada Akhis sebagai bukti kinerjanya. Tapi setiap kali ia berbohong kepada Akhis, dengan mengatakan bahwa ia menyerang penduduk Israel di wilayah Yehuda.

Ayat 11-12. Daud tidak pernah membiarkan ada yang hidup di tempat-tempat yang diserangnya, supaya tidak ada yang membocorkan rahasia bahwa ia sebenanrya tidak pernah menyerang penduduk Israel atau Yehuda. Selama 1 tahun 4 bulan tinggal di Filistin, itu yang dilakukan Daud–membinasakan semua penduduk kota yang diserangnya untuk menutupi kehidupan gandanya. Dan ia berhasil, sebab Akhis mempercayainya dan berpikir bahwa Daud benar-benar sudah menjadi musuh Israel, sehingga akan tetap menjadi hamba Akhis.

Berbeda dengan Daud, yang karena kekuatirannya dan ketidakpercayaannya kepada pemeliharaan Tuhan memilih hidup munafik selama sekitar 1 tahun di Ziklag, Paulus memutuskan untuk sepenuh hati mengikut Tuhan apapun risikonya, maka ia bisa berkata: “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” (Kis. 24:16).

Penerapan:
(1) Memohon kepada Tuhan agar menjaga intergitas saya, dan menolong saya untuk tidak munafik atau memiliki kehidupan ganda.
(2) Mengakui bahwa saya telah berlaku munafik, karena tidak berterus-terang menyatakan ketidaksetujuan atau ketidakcocokkan tentang manajemen pimpinan yayasan-karena saya tidak mau untuk konflik.

Views: 6

This entry was posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh. Bookmark the permalink.