Kesabaran TUHAN untuk Orang Pilihan-Nya

Hakim-hakim 6:33-40

Ketika tiba waktunya, ketika orang Midian, Amalek, dan bangsa-bangsa lain bergabung untuk menjarah Israel, TUHAN memenuhi Gideon dengan Roh Kudus untuk mulai bergerak. Namun, di dalam kepenuhan Roh itu, Gideon masih memiliki keraguan yang harus diatasi oleh TUHAN.

Orang Midian, orang Amalek, dan bangsa-bangsa lain dari wilayah timur lainnya bergerak bersama-sama melintasi Yordan dan berkemah di lembah Yizrel. Mereka berasal dari wilayah sebelah timur Yordan, yang sudah pernah ditaklukkan oleh Israel di bawah pimpinan Musa. Namun, karena ketidaktaatan Israel, TUHAN mengijinkan mereka menjadi kuat dan bisa menyerang dan menindas umat-Nya.

Roh TUHAN menguasai Gideon, mendorong dia untuk mendeklarasikan misi TUHAN yang diterimanya. Ia meniup sangkakala sebagai simbol pernyataan sbg pemimpin/panglima, dan memanggil kaum keluarganya untuk mengikuti dia. Kemudian Gideon mengirim utusan ke berbagai suku Israel. Mengundang mereka untuk ikut bergabung dalam barisannya.

TUHAN yang memanggil Gideon, melengkapinya dengan kuasa dan kewibawaan, sehingga anak yang paling muda dari kaum keluarga yang paling kecil ini bisa diakui sebagai pemimpin dan diikuti banyak orang dan suku yang lebih besar daripadanya. Bukan pribadi Gideon, tetapi pemilihan dan penyertaan TUHAN yang membuat orang bergabung di bawah kepemimpinan Gideon.

Ketika Tuhan sudah memanggil, ketika Roh TUHAN sudah menguasainya, ketika TUHAN sudah memberikan kuasa dan kewibawaan sehingga orang banyak mengakui kepemimpinannya, Gideon masih punya keraguan pribadi–apakah TUHAN benar-benar akan memberi kemenangan. Karena sekarang urusannya sudah bukan hanya keyakinan pribadi, tetapi sdh dideclare di depan orang banyak, sudah harus mempertanggungjawabkan kepada orang banyak.

Gideon dalam kekuatiran/keraguannya, datang kepada TUHAN untuk meminta tanda sebagai peneguhan janji TUHAN. Dan TUHAN menghargai tindakan Gideon. Ketimbang berpikir sendiri, memotivasi diri sendiri, atau minta afirmasi dari orang lain, Gideon membawa keraguannya kepada TUHAN dan meminta agar diberi jaminan oleh TUHAN.

TUHAN tidak mencela atau menegor Gideon, tetapi Ia memenuhi permohonan Gideon–TUHAN menghargai kejujuran Gideon tentang keraguannya. Selama Gideon di dalam ketaatan, bersedia untuk taat, TUHAN melayani permintaan peneguhan untuk mengatasi keraguannya. Tujuan TUHAN adalah agar orang taat kepada-Nya, dan tidak mengandalkan diri sendiri, melainkan bersandar kepada TUHAN.

Penerapan:
(1) Waspada kepada dosa-dosa masa lalu yang sudah pernah dikalahkan. Sebab, dosa itu bisa muncul kembali, dan kalau tidak diantisipasi, dosa itu bisa berkuasa lagi dan menimbulkan kerusakan hidup. Jangan menuruti godaan/tawaran dosa lama–langsung tolak sebelum ia semakin kuat tarikannya dan tak bisa ditolak. Terima kasih untuk peringatan-Mu soal keinginan untuk melakukan trading. Saya mau taat, dan tidak mengikuti dorongan keinginan itu.
(2) Mungkin tidak saat itu juga, tetapi kalau Tuhan sudah memanggil dan memberikan janji, maka Ia akan menggenapinya. Sabarlah menunggu waktu Tuhan. Simpanlah janji/panggilan Tuhan itu, doakan minta peneguhan, minta hati/watak/kemampuan disiapkan, jangan berhenti berharap, jangan putus asa. Terima kasih untuk peneguhan-Mu. Saya mau memegang janji Tuhan tentang pembangunan Bait Allah melalui hidup saya. Saya mau menunggu penggenapan janji-Mu. Tolonglah saya, perlengkapi dan siapkanlah saya dalam segala aspek, supaya ketika waktunya tiba, saya sudah siap untuk menjalaninya.

Views: 6

This entry was posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *