Category Archives: Saat Teduh

Kemurahan Hati Karena dan Untuk Tuhan

Filipi 4:14-20 aulus memberi apresiasi kepada jemaat FIlipi yang mengambil bagian untuk memenuhi kebutuhan atau beban hidup Paulus. Beban jemaat Filipi sudah tumbuh sejak masa awal mereka bertobat, karena ketika Paulus melayani di Tesalonika, jemaat Filipi sudah berkali-kali mengirimkan dukungan … Continue reading

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Rahasia Hidup yang Stabil: Di dalam Tuhan

Filipi 4:10-13 i dalam Tuhan, seorang percaya memiliki hidup yang seimbang dan stabil. Tidak mudah digoyahkan oleh perubahan situasi, tidak mudah digoncang oleh apa yang dialami, tidak mudah dipengaruhi oleh krisis, tidak panik ketika ada masalah, tidak sombong ketika situasi … Continue reading

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Memikirkan dan Melakukan yang Berkenan kepada Tuhan

Filipi 4:8-9 atu kata yang diulang-ulangPaulus pada bagian ini: “semua” atau “whatever” (ayat 8–NIV). Menunjukan dorongan Paulus agar jemaat Filipi terus menerus memikirkan atau mengisi pikiran mereka dengan perkara-perkara yang layak dipikirkan oleh orang yang hidupnya berpadanan dengan Injil. Views: … Continue reading

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 5 Comments

Tuhan Sebagai Pusat dan Sumber Hidup Jemaat

Filipi 4:1-7 aulus memberi sebutan yang sangat unik untuk jemaat Filipi: saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan makhotaku (ayat 1). Menggambarkan betapa jemaat Filipi tidak hanya memiliki relasi yang sangat dekat dengan Paulus, tetapi juga mereka mendatangkan sukacita … Continue reading

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Jangan Mundur, Tapi Terus Maju Bertumbuh

Filipi 3:15-21 da beberapa hal yang bisa menjadi pendorong jemaat Filipi untuk terus berjuang dalma pertumbuhan mereka: (1) itu adalah tujuan yang dikehendaki Tuhan; (2) ada teladan hidup Paulus dan orang percaya lain yang bisa dilihat; (3) ada realitas pengaruh … Continue reading

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment