Tentang Blog Ini
-
Tulisan Terbaru
-
Pencarian
Kategori
Admin Blog
Category Archives: Perjanjian Baru
Merdeka untuk Saling Menanggung Beban
Galatia 6:1-6 idup yang dimerdekakan tidak hanya bebas dari perbudakan dosa dan bebas dari keinginan daging, tetapi hidup yang merdeka untuk mengasihi dan melayani orang lain. Kemerdekaan Kristen bukan kemerdekaan yang egois–dinikmati sendiri, melainkan kemerdekaan di dalam konteks komunitas/Tubuh Kristus, … Continue reading →
Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Merdeka untuk Saling Menanggung Beban
Merdeka untuk Mengasihi Tuhan dan Sesama
Galatia 5:13-15 aulus mengubah nada suratnya. Ia tidak lagi berbicara tentang argumen/bantahan terhadap pengajaran palsu yang hendak membawa jemaat kembali kepada perbudakan, tetapi ia sekarang bicara tentang bagaimana kehidupan seorang yang telah dimerdekakan Kristus dari dosa dan dari Hukum Taurat. … Continue reading →
Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Merdeka untuk Mengasihi Tuhan dan Sesama
Tegas terhadap Dosa dan Kesalahan
Galatia 5:7-12 aulus mengalihkan perhatian kepada pengajar-pengajar yang menysatkan jemaat sehingga tidak menuruti kebenaran dari Tuhan. Ia melabeli mereka dengan berbagai label negatif: penyerobot, penghalang, bukan berasal dari Tuhan, dan pengacau yang pantas untuk menanggung hukuman dari Tuhan karena telah … Continue reading →
Dimerdekakan untuk Bebas Mengasihi
Galatia 5:1-6 aulus menegaskan bahwa ketaatan dan perbuatan baik (sesuai Taurat) manusia, tidak bisa menyelamatkan, karena tidak ada seorangpun bisa melakukannya dengan sempurna. Justru, setelah diselamatkan karena iman, sekarang orang percaya bisa hidup taat dan melakukan perbuatan baik. Iman ditunjukkan … Continue reading →
Hidup karena Janji Tuhan
Galatia 4:21-31 Paulus sekarang menggunakan Hukum Taurat itu sendiri untuk menyadarkan jemaat yang terpikat kepada Hukum Taurat. Paulus menunjukkan bahwa di dalam Taurat Musa sendiri tercatat bahwa Tuhan mengehendaki kemerdekaan dan bukan perbudakan bagi umat-Nya. Bahwa sejak mulannya–bahkan di dalam … Continue reading →