Kasih Allah dan ketaatan

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13)Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8)

Allah lebih dahulu mengasihi saya dengan kasih yang terbesar. Ketika saya masih berdosa, Ia telah menunjukkan kasih-Nya dengan memberikan Kristus untuk mati bagi saya. Itu adalah manifestasi kasih yang terbesar dan sempurna. Kasih Allah tidak bisa berubah, tidak bisa ditambah dan tidak bisa berkurang kepada saya.

Continue reading

Views: 38

Posted in Homili, Saat Teduh | Leave a comment

Memuliakan Tuhan dengan tubuh

1 Korintus 6:12-20

Tubuh orang percaya itu lebih dari sekedar kumpulan organ yang tersusun atas berbagai sel untuk melakukan fungsi bertahan hidup. Tubuh orang percaya memiliki arti yang jauh daripada itu; ia memiliki arti dan fungsi yang bersifat spiritual; tidak hanya sifat dan fungsi fisiologis.

Continue reading

Views: 44

Posted in 1 Korintus, Saat Teduh | 2 Comments

Internal reconciliation

1 Korintus 6:1-11

Sebenarnya, ketika ada persoalan di antara saudara seiman, perkara itu harus diselesaikan oleh dan di dalam jemaat–tidak di bawa ke pengadilan, di mana justru orang yang tidak mengenal Allah yang menjadi hakim untuk memutuskan perkara. Seperti tertusuk gunting, hal ini menimbulkan dua luka bagi jemaat.

Continue reading

Views: 41

Posted in 1 Korintus, Saat Teduh | 2 Comments

Serius menanggapi dosa

1 Korintus 5:1-13

Sekalipun ada anggota jemaat yang melakukan dosa seksual yang sangat berat (dosa yang bahkan tidak dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan), namun jemaat Korintus tidak melakukan apa-apa: seolah-olah tidak ada masalah, tidak ada kesedihan, tidak ada kekuatiran, hidup berjalan seperti biasa. Bagi Paulus, keadaan ini sangat menyedihkan dan berbahaya!

Continue reading

Views: 41

Posted in 1 Korintus, Saat Teduh | 2 Comments

Not only talk, but walk in power

1 Korintus 4:14-21

God’s Way is not a matter of mere talk; it’s an empowered life.” (1 Korintus 4:20 – Msg.)

Paulus tidak hanya mengajar atau menegur dengan kata-kata, namun ia memberikan teladan dalam perbuatan nyata yang bisa diikuti atau diteladani oleh jemaat. Tidak cukup hanya perkataan dan perbuatan nyata, Paulus ditopang oleh kuasa (power) dari Allah sendiri. Perkataan dan perbuatan yang bersumber dari kuasa Illahi, itulah yang seharusnya menjadi ciri hidup saya.

Continue reading

Views: 72

Posted in 1 Korintus, Saat Teduh | 6 Comments