Hati Nurani Murni sebagai Penjaga Iman dan Panggilan

1 Timotius 1:18-20

Janji atau panggilan Tuhan–bahkan yang diterima secara supranatural, misalnya dengan nubuat–saja tidak cukup. Panggilan itu harus dijalankan dengan hidup yang sepadan dengannya: hidup yang memegang teguh iman yang benar dan yang menjaga hati nurani (moralitas dan integritas) yang murni. Tanpa nati nurani yang murni, iman seseorang akan kandas, dan panggilan Tuhan akan berhenti beroperasi di dalam hidupnya.

Continue reading

Views: 26

Posted in 1 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Hati Nurani Murni sebagai Penjaga Iman dan Panggilan

Kehidupan yang Memamerkan Anugerah Tuhan

1 Timotius 1:12-17

Hidup orang percaya–bagaimana mereka dikasihi dan diampuni Tuhan sekalipun mereka orang berdosa, dan bagaimana mereka melakukan panggilan Tuhan untuk hidup sebagai umatNya dan hambaNya–adalah display dari eksistensi Tuhan (yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia) dan sifat Tuhan di hadapan dunia. Hidup yang merdeka dari dosa dan rasa bersalah, hidup yang saleh dan tekun melakukan panggilan Tuhan, hidup yang tidak sombong melainkan rendah hati karena sadar semuanya semata-mata karena anugerah Tuhan, hidup yang terus menyatakan pujian dan syukur kepada Tuhan.

Continue reading

Views: 33

Posted in 1 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Kehidupan yang Memamerkan Anugerah Tuhan

Tujuan Mengajarkan Firman Tuhan

1 Timotius 1:3-11

Tujuan pengajaran firman Tuhan adalah: menghasilkan kehidupan yang diinginkan Allah–cara hidup dalam kasih yang datang dari dalam hati yang suci dan iman yang tulus. Karena itu, seorang pengajar firman harus benar-benar memahami apa pengajarannya, agar tidak salah mengajar. Tapi, ada orang yang mengajarkan firman Tuhan dengan motif mencari pengakuan, sehingga tujuan pengajarannya bukan perubahan hidup, tapi membahasa wacana/isu demi sensasi dan kontroversi dan kekaguman orang lain.

Continue reading

Views: 26

Posted in 1 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Tujuan Mengajarkan Firman Tuhan

Panggilan Tuhan dan Iman Manusia

1 Timotius 1:1-2

Ayat 1. Paulus menyebutkan siapa dirinya: ia adalah seorang rasul (utusan) dari Yesus Kristus–ia tidak independen, melainkan mewakili Yesus Kristus. Sekalipun seorang utusan diberi otoritas dan kekuasaan untuk melakukan sesuatu atau mengambil keputusan, otoritas dan kekuasaannya itu harus sejalan dengan perintah atau misi dari Yesus Kristus. Seorang rasul tidak memiliki agenda sendiri, malainkan hanya menjalankan agenda dan rencana dari Yesus Kristus.

Continue reading

Views: 24

Posted in 1 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Panggilan Tuhan dan Iman Manusia

Ekskomunikasi sebagai Bentuk Disiplin dalam Kasih

2 Tesalonika 3:14-15

Tuhan itu kasih, dan Tuhan itu kudus, dan Tuhan itu adil. Tema yang berulang adalah dua karakter Tuhan yang tak terpisahkan: kasih dan kekudusan. Karena kasihNya ia mengaruniakan pengampunan, keselamatan, dan berkat. Karena kekudusanNya Ia mendisiplin dan menghukum. KasihNya membuat orang sellau puna harapan, kekudusanNya membuat orang tidak bisa sembarangan mempermainkanNya.

Continue reading

Views: 33

Posted in 2 Tesalonika, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Ekskomunikasi sebagai Bentuk Disiplin dalam Kasih