Author Archives: Mathetes

Siapakah Dirimu di Mata Tuhan?

Wahyu 3:14-22 emaat terakhir yang mendapat pernyataan darii Tuhan Yesus melalui surat Yohanes adalah Laodikia. Kota Laodikia terkenal karena kekayaannya dan industri yang memproduksi kain wool. Sekitar 35 tahun sebelum surat Yohanes ini dikirimkan, Laodikia hancur karena gempa bumi; tetapi … Continue reading

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Siapakah Dirimu di Mata Tuhan?

Tuhan Yesus, Pemegang Kunci Pintu Pelayanan

Wahyu 3:7-13 emaat di Filadelfia, seperti Smirna, tidak mendapatkan tegoran dari Tuhan Yesus dalam surat yang ditulis Yohanes. Kalau Smirna dipuji oleh Tuhan karena ketekunan mereka dalam iman sekalipun mengalami penganiayaan yang berat, jemaat Filadelfia dipuji karena sekalipun kekuatan mereka … Continue reading

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Tuhan Yesus, Pemegang Kunci Pintu Pelayanan

Jangan Puas Diri, Tapi Tekunlah Mengerjakan Panggilanmu

Wahyu 3:1-6 ota Sardis berlokasi sekitar 45 km di sebelah tenggara Tiatira, ada di jalur perdagangan yang penting, memiliki berbagai industri utama yang membuat kota ini kaya. Kota ini juga menjadi pusat penyembahan berhala karena memiliki kuil Dewi Artemis–seperti yang … Continue reading

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Jangan Puas Diri, Tapi Tekunlah Mengerjakan Panggilanmu

Hukuman Tuhan atas Izebel, Si Pezina dan Penyesat

Wahyu 2:18-29 iatira terletak sekitar 64 km di sebelah timur Pergamus. Kota ini jauh lebih kecil, dan jemaatnya juga lebih kecil. Akan tetapi mendapat pernyataan yang keras dari Tuhan Yesus. Setiap jemaat bernilai tinggi bagi Tuhan–tidak memandang jumlah, sebab satu … Continue reading

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Hukuman Tuhan atas Izebel, Si Pezina dan Penyesat

Jangan Mentolelir Kesesatan

Wahyu 2:12-17 ergamus disebut sebagi kota terbesar di Asia Kecil. Di sana dibangn kuli pertama untuk menyembah kaisar dan sangat bersemangat untuk medorong pemujaan kaisar sebagai tuhan. Mungkin itu yang menyebabkan kota ini disebut sebagai “tempat takhta Iblis” (ayat 13). … Continue reading

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Jangan Mentolelir Kesesatan