Tentang Blog Ini
-
Tulisan Terbaru
-
Pencarian
Kategori
Admin Blog
Author Archives: Mathetes
Hidup karena Janji Tuhan
Galatia 4:21-31 Paulus sekarang menggunakan Hukum Taurat itu sendiri untuk menyadarkan jemaat yang terpikat kepada Hukum Taurat. Paulus menunjukkan bahwa di dalam Taurat Musa sendiri tercatat bahwa Tuhan mengehendaki kemerdekaan dan bukan perbudakan bagi umat-Nya. Bahwa sejak mulannya–bahkan di dalam … Continue reading →
Ketulusan dalam Kerja Keras
Galatia 4:17-20 oncern Paulus kepada jemaat Galatia tidak hanya di level doktrin atau pengajaran, tetapi juga di level emosi. Pada bagian ini Paulus menyatakan suasana hatinya, perasaannya tentang jemaat Galatia. Paulus memandang jemaat sebagai anak-anaknya, tidak hanya pengikut atau murid. … Continue reading →
Kebenaran Tuhan Lebih Utama daripada Relasi
Galatia 4:12-16 enyesatan dari pengajaran yang benar akan mengganggu atau merusak relasi di dalam Tuhan. Relasi Paulus dengan jemaat Galatia menjadi terganggu ketika mereka dipengaruhi oleh pengajar-pengajar Yudaisme yang membawa mereka menyimpang dari kebenaran Injil Kristus. Maka, Paulus berusaha mengingatkan … Continue reading →
Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Kebenaran Tuhan Lebih Utama daripada Relasi
Melakukan Ritual Keagamaan dengan Benar
Galatia 4:8-11 alam tradisi gereja–setiap gereja, ada ritual yang dilakukan dan dilestarikan. Tidak ada yang salah dengan melakukan ritual itu; yang salah adalah ketika melakukannya dalam rangka untuk memperoleh keselamatan atau menambahkan keselamatan yang terlah diterima karena iman kepada Kristus. … Continue reading →
Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Melakukan Ritual Keagamaan dengan Benar
Menjadi Ahli Waris Allah
Galatia 4:1-7 asih menggunakan illustrasi perkembangan seorang anak sebagai ahli waris, Paulus menujelaskan kemerdekaan orang percaya di dalam Kristus dari ikatan Hukum Taurat. Masa di bawah Hukum Taurat berakhir ketika Mesias menggenapi rencana keselamatan Allah di Golgota. Orang yang percaya … Continue reading →