Kebangkitan dan Investasi untuk Kekekalan

1 Korintus 15:20-28

Paulus: “Inilah faktanya: Kristus telah dibangkitkan dari kematian; Ia menjadi Yang Sulung—Yang Pertama—Perintis—Pembuka Jalan dari dan bagi semua orang yang mati.”

Sama seperti semua orang—karena keturunan satu orang, yaitu Adam—harus mengalami kematian; demikianlah semua orang karena persekutuannya dengan Satu Orang, yaitu Kristus—mengalami kebangkitan dari kematian.

Continue reading

Views: 53

Posted in 1 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Pergumulan Mengimani Kebangkitan Kristus

1 Korintus 15:11-19

Paulus sedang memaparkan argumentasi tentang kebangkitan orang mati, sebab ada di antara anggota jemaat yang tidak percaya kepada kebangkitan orang mati.

Argumen pertama yang diajukan Paulus adalah: jemaat telah percaya kepada berita Injil yang memberitakan bahwa Kristus telah bangkit dari kematian. Kalau memang tidak ada kebangkitan, maka berarti jemaat sudah mengimani sebuah kebohongan! Kalau tidak ada kebangkitan, maka Kristus tentu juga tidak bangkit dari kematian.

Continue reading

Views: 36

Posted in 1 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Faktualitas Injil

1 Korintus 15:1-11

Paulus mengingatkan jemaat akan berita Injil, yaitu kabar baik tentang Tuhan Yesus Kristus; jemaat sudah mendengar Injil, mereka menerima (memahami) isinya, dan meletakkan iman mereka di atasnya; sebagai hasilnya adalah: jemaat diselamatkan.

Paulus menekankan bahwa berita Injil adalah berita yang bersifat profetik dan faktual. Injil bersifat profetik karena peristiwa kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus telah dinubuatkan di dalam Kitab Suci; dan benar-benar terjadi seperti isi nubuatan tersebut.

Continue reading

Views: 35

Posted in 1 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Hidup dengan Kapital H

The thief comes only in order to steal and kill and destroy. I came that they may have and enjoy life, and have it in abundance (to the full, till it [2] overflows). (John 10:10 – Amp.)

Ada dua pemeran dalam ayat ini: pencuri dan Aku (Tuhan Yesus). Dua pribadi dengan karakter/sifat, pekerjaan, dan tujuan yang bertolak belakang. Di hadapkan head-to-head, tidak ada ruang kompromi, sifatnya biner: ini atau itu—kalau tidak ini, ya itu; tidak bisa kedua-duanya, tidak bisa tidak kedua-duanya—tidak ada jalan tengah, tidak ada “the third way”.

Continue reading

Views: 56

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yohanes | 2 Comments

Karunia Roh Kudus: Prinsip Ketertiban

1 Korintus 14:26-40

Penggunaan karunia Roh di dalam jemaat harus mentaati prinsip ketertiban. Alasan yang dikemukakan Paulus: “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” (1 Kor 14:33); dan kembali diulanginya pada ayat ke-40 “Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” Tujuan prinsip ini bukan untuk membatasi atau melarang penggunaan karunia, namun untuk menjaga agar penggunaan karunia justru menimbulkan kekacauan di dalam ibadah.

Continue reading

Views: 51

Posted in 1 Korintus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments