1 Samuel 21:1-10
Kondisi yang sulit bisa membuat orang goyah imannya, sehingga kemudian ia lupa akan Tuhan, sehingga melakukan perbuatan yang tidak benar demi untuk bertahan hidup dan menyelamatkan diri dari kesesakannya. Hanya topangan Tuhanlah yang akan membuat iman seseornag itu terpelihara, sebab hati manusia itu begitu rapuh, mudah berubah, mudah menyerah ketika mendapat tekanan yang berat. Untunglah, Tuhan itu setia kepada umat-Nya, sekalipun mereka kadang tidak kuat iman dan kepercayaannya kepada Tuhan.
Ayat 1. Daud melarikan diri dari Saul dan sampai ke Nob, di mana Kemah Suci berada. Imam yang melayani saat itu adalah Ahimelekh. Abimelekh dengan gemetar menemui Daud–ia takut bisa jadi karena kedatangan Daud sangat aneh karena seorang diri saja dan tanpa pemberitahuan, bisa jadi karena ia sudah mendengar bahwa Saul sekarang membenci Daud–ia takut kalau dianggap sebagai pendukung Daud.
Ayat 2-5. Daud berbohong kepada Abimelekh: (1) mengatakan bahwa ia sedang melakukan misi rahasia dari Saul; (2) mengatakan bahwa orang-orangnya telah disuruh menunggu di tempat lain-walaupun ini kemungkinan benar, sebab Tuhan Yesus mengutip bahwa Daud dan pengikutnya makan roti persembahan (Mat. 12:3); (3) mengatakan bahwa orang-orangnya tahir–tidak berhubungan dengan perempuan–ini mungkin benar.
Dalam keadaan terdesak, orang yang hatinya tulus kepada Tuhan pun bisa berbohong untuk menyelamatkan diri. Mengapa tidak ada catatan bahwa TUHAN menegor Daud karena kebohongannya? Bisa jadi hati nurani Daud terganggung karena tindakannya itu, tetap tidak dicatat di dalam Kitab Suci. Dan kebohongan ini karena Daud lapar, sudah beberapa hari sejak bersembunyi menunggu Yonatan, ia mungkin tidak makan.
Ahimelekh sebagai Imam (Besar) kok sampai tidak punya roti biasa? Apakah memang situasi ekonomi sedang sangat sulit sehingga tidak bisa memberi makanan kepada Daud? Ataukah karena takut, sehingga tidak berani untuk memasak atau menyiapkan makanan untuk Daud–kuatir ketahuan oleh orang-orang di rumahnya? Kemungkinan ini lebih besar: pertemuan dengan Daud adalahh pertemuan rahasia yang tidak diketahui orang lain.
Ayat 6-7. Ahimelekh memberikan roti kudus kepada Daud. Saat itu di sana ada seorang bernama Doeg. Dicatat ia adalah pegawai Saul pekerjaannya menjadi pengawas/supervisor atas gembala-gembala Saul. Doeg “tertahan karena TUHAN”, ia ada di Kemah Suci, mungkin karena ada ritual yang harus dilakukannya, atau ada urusan yang lain. Apapun itu, ia melihat Daud bertemu Ahimelekh. Ini nanti mendatangkan konsekuensi yang sangat berat untuk Ahimelekh dan keluarganya.
Ayat 8-10. Daud kemudian meminta apakah Ahimelekh punya senjata, ia beralasan bahwa karena terburu-buru menjalankan perintah raja, maka ia tidak sempat membawa senjatanya–ini kebohongan yang lain. Ahimelekh mengatakan bahwa hanya ada pedang milik Goliat, yang dibunuh Daud–disimpan sebagai memento atau peringatan pertolongan TUHAN yang membuat Daud menang atas Goliat.
Tidakkah itu membuat hati nurani Daud terganggu? Tidakkah itu membuatnya teringat bagaimana waktu itu ia begitu berani dan imannya begitu besar kepada TUHAN? Sementara sekarang ia sampai berbohong untuk menyelamatkan diri? Iman seseorang selalu naik-turun, sehingga benar-benar perlu untuk dipelihara dan dijaga.
Situasi yang berubah, terutama kesulitan dan ancaman akan menguji iman seseorang. Dan dalam hal ini, iman Daud goyah karena kesulitan dan kesesakan yang harus ditanggungnya. Dalam satu hari ia kehilangan hal-hal yang paling berharga dalam hidupnya: meninggalkan istrinya, kehilangan sahabatnya, kehilangan posisinya di istana, kehilangan relasi dengan raja–bahkan dimusuhi oleh raja, sendirian tidak membawa dan tidak punya apa-apa.
Tetapi, mungkin Daud lupa, sebenarnya ia tidak pernah benar-benar sendirian, sebab TUHAN yang telah memilih dan mengurapinya akan selalu menyertai-Nya. TUHAN yang terus setia menyertai dan menopang hidupnya–bahkan ketika, atau terutama ketika imannya goyah. Saat itulah kesetiaan dan kemurahan TUHAN menjadi nampak jelas! Dan mungkin juga TUHAN mengijinkan kesesakan itu datang, supaya orang mengingat dan mencari Dia.
Dalam kasus Daud, TUHAN terus menyertainya dnegan memberikan orang yang mau menolongnya, juga melalui memento pedang Goliat, TUHAN mengingatkan Daud akan masa di mana ia begitu yakin dan percaya kepada pneyertaan dan kuasa TUHAN menghadapi ancaman yang sangat besar!
Penerapan:
Bersyukur untuk kesetiaan Tuhan yang tidak pernah meninggalkan saya, bukan karena saya baik atau layak diberi kesetiaan, melainkan karena keputusan dan belas kasihan-Nya saja.
Views: 0