1 Samuel 10:1-8
Tuhan mengenal setiap orang, keunikan karakternya, cara berpikirnya, situasinya–Ia mengenal dengan detil. Seperti ditulis Pemazmur: “Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah” (Maz. 139:15). Dan dengan pengenalan-Nya itu,Tuhan memperlakukan setiap orang juga secara unik–tidak ada yang mendapatkan treatment persis sama. Tuhan menghargai setiap pribadi dan menjumpai hamba-Nya dengan cara yang paling tepat, supaya maksudnya dipahami dengan sempurna, dan kehendaknya diikuti dengan taat.
Ayat 1. Setelah bujang Saul pergi dan mereka tinggal sendirian di jalan yang sunyi itu, Samuel mengambil buli-buli minyak dan dituangkan ke atas kepala Saul sambil berkata bahwa TUHAN telah mengurapi Saul menjadi raja atas umat-Nya, tujuan TUHAN adalah memakai Saul memerintah umat-Nya dan menyelamatkan umat-Nya dari musuh-musuhnya. TUHAN yang memilih Saul, bukan insiatif Saul untuk menari posisi sebagai raja; bukan pula keauan Samuel–sebab ia sendiri menentang pilihan umat TUHAN untuk meminta raja. TUHAN yang berkehendak, TUHAN yang memilih dan menetapkan orang yg dikehendaki-Nya, untuk melakukan tujuan-Nya.
Ayat 2-6. TUHAN juga mengerti keraguan Saul–tidak saja konsep raja itu adalah sesuatu yang baru dan sangat melampaui apa yang dipikirkan Saul, tetapi juga karena Saul sendiri memandang dirinya tidak layak: “Bukankah aku seorang suku Benyamin, suku yang terkecil di Israel? Dan bukankah kaumku yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin?” (1 Sam 9:21). Maka, TUHAN memberikan tanda-tanda kepada Saul untuk meneguhkan dan meyakinkan hati Saul: (1) keledainya sudah ditemukan; (2) di Tabor, Saul akan ditemui 3 orang dengan ciri-ciri spesifik dan akan memberi salam serta roti kepadanya; (3) di Gibea, Saul akan bertemu serombongan nabi, dan Roh TUHAN akan memenuhi Saul sehingga ia berubah menjadi manusia yang berbeda.
TUHAN memahami setiap orang, dan memperlakukan setiap orang sesuai karakter dan situasinya! Ketika mengurapi Daud menjadi raja, TUHAN tidak memberikan tanda-tanda apapun; seolah-olah peristiwa itu kemjdian berlalu begitu saja. Kepada Yohanes dan Andreas, Tuhan Yesus mengajak mereka singgah dan bercakap-cakap, tetapi kepada Natanael, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Ia Mahatahu. Setiap orang diperlakukan sengan cara yang unik sesuai karakteristik dan situasinya.
Saya tidak bisa “memaksa” orang lain untuk mengikuti pola yang saya alami, merasakan apa yang saya rasakan; sebab setiap orang itu unik dan berbeda. Dan, say abisa yakin, bahwa Tuhan akan mengerjakan ang perlu dikerjakan-Nya untuk menolong saya mengenal Dia dan mempercayai-Nya.
Ayat 7-8. Samuel juga memberikan petunjukpraktis apa yang harus dilakukan oleh Saul; (1) kalau Saul sudah mengalami semua tanda yang dinubuatkan, maka Saul diminta melakukan apapun yang ditaruh TUHAN di dalam hatinya, sebab TUHAN menyertainya–tidak usah nunggu perintah, tapi Saul diminta berinisiatif untuk bertindak sesuai pimpinan TUHAN; (2) Saul harus pergi ke Gilgal, selama 7 hari di sana menunggu kedatangan Samuel yang akan mempersembahkan korban dan akan memberi petunjuk tentang apa yang harus dilakukan Saul.
Kalau pengurapan Tuhan itu sudah diberikan–itu tanda Tuhan sudah menyertai. Maka seorang percaya sekarang bisa bertindak untuk melakukan panggilan Tuhan itu. Tidak perlu menunggu petunjuk yang spsifik baru bergerak, orang percaya diperkenankan untuk bergerak membuat rencana dan melakukan apa yang dipikirkan–Tuhan akan membimbing dan mengarahkan. But, start the engine and start moving–He will steer you to the right direction.
Penerapan:
Bersyukur karena Tuhan mengenal saya, dan memperlakukan saya dengan penuh kesabaran, care, dan belas kasihan sesuai dengan karakter dan situasi saya. Memohon keberanian kepada Tuhan untuk berinisiatif dan bergerak, sambil tetap mendengarkan dan mengikuti pimpinan Tuhan.
Views: 8