TUHAN, Satu-satunya Allah yang Berkuasa!

1 Samuel 5:1-12

Dalam Mazmur 115, pemazmur membandingkan TUHAN dengan berhala. TUHAN adalah Pencipta langit dan bumi, berdaulat, berkuasam, dan mahakuat. Sedangkan berhala adalah rekaan dan buatan manusia, yang tidak bisa berbuat apa-apa, tidak punya kuasa apa-apa. Sia-sia saja, dan “Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.” (Maz. 115:8). TUHAN menunjukkan bahwa Dia adalah satu-satunya Allah, dan Dia lebih berkuasa daripada semua illah dan berhala yang disembah manusia.

Ayat 1. Orang Filistin merampas Tabut Allah. Mereka membawanya sebagai barang jarahan–simbol kemenangan atas Israel–ke kota Asdod, dimasukkan ke dalam kuil Dagon dan diletakkan di sisi Dagon. Ada dua kemungkinan makna dari tindakan ini: (1) mempersembahkan simbol Allah Israel sebagai pernyataan bahwa Dagon lebih kuat daripada Allah Israel; (2) bermaksud untuk menggabungkan dewa mereka dengan Allah Israel sehingga kekuatan mereka semakin besar.

Ayat 2-3. Kesokan harinya, orang Filistinbangun pagi-pagi dan mendapati bahwa patung Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN! Lalu mereka mengambil patung Dagon dan mengembalikan ke tempatnya. Mereka pasti mulai bertanya-tanya mengapa terjadi insiden itu dan apa yang menyebabkannya. Mereka masih berpikir itu peristiwa alamiah biasa, belum terlalu concern, dan mengembalikan Dagon ke tempatnya semula.

Betapa bodohnya pemnyembah berhala itu! Mereka percaya bahwa illah mereka punya kuasa yang besar, melebihi kekuatan manusia, tetapi ketika patung berhala itu jatuh, patung itu hanya tergeletak tak bisa melakukan apa-apa, justru tangan-tangan manusia yang harus membetulkan dan mengembalikan lagi ke tempatnya.

Ayat 4-5. “Tetapi“–ini kata yang penting, sebab hendak menunjukkan situasi yang bertentangan dengan ap ayang terjadi sebelumnya. Keesokan harinya terjadi hal lebih parah: patung Dagon terjatuh lagi dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN, dan sekarang kepala dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu. Hanya badan Dagon yang tertinggal!

Pada zaman itu, ketika terjadi peperangan, pasukan atau pemimpin pihak yang kalah, yang bisa tertangkap akan dipenggal kepalanya atau dipotong tangannya, dan kemudian dipajang di depan publik, sebagai bukti bahwa ia sudah dikalahkan total. Contohnya adlaah ap ayang dilakukan orang Filistin kepada mayat Saul dan anak-anaknya (2 Sam. 8-10). TUHAN menunjukkan kepada orang Filistin bahwa Ia telah mengalahkan Dagon!

Ayat 6-8. Setelah menunjukkan kemenangannya atas dewa orang Filistin, kemudian TUHAN menimpakan tulah ke atas orang Filistin dengan menghajar mereka dengan penyakit borok-borok atas penduduk kota Addod dan wilayahnya. Orang Filistin meyakini bahwa itu adalah perbuatan Allah Israel melawan mereka dan melawan dewa mererka. Maka mereka berusaha menghindari masalah itu dengan cara memindahkan tabut Allah ke kota Gat, yang berjalak 12 mil ke aras wilayah Israel–jadi makin mendekat ke wilayah Israel.

Di kota Gat, kondisi makin membutuk. TUHAN tidak hanya menulahi penduduk kota itu dengan penyakit borok–semua kelompok demografis terkena: anak-anak dan orang dewasa. begitu dahsyatnya wabah borok itu sehingga menimbulkan kegemparan kepada seluruh penduduk. Selain penyakit borok, ada kemungkina juga timbul wabah tikus yang merusak tanah orang Filistin (1 Sam 6:5). Sekarnag berita tentang wabah gara-gara kehadiran tabut TUHAN itu sudha tersebar ke seluruh Filistin.

Ayat 10-12. Ketika orang Filistin memindahkan tabut TUHAN ke kota Ekron, penduduk kota itu menjadi sangat kertakutan sebab mereka sudah mendengar apa yang terjadi di kota-kota yang lain karena keberadaan tabut TUHAN. Mereka menuduh penduduk/pemimpin orang Filistin sengaja akan mencelakakan dengan memindahkan tabut itu ke kota mereka.

Kota Ekron dilanda kegemparan maut. Tidak hanya penyakit borok, tetapi mulai ada orang-orang yang mati kena tulah dari TUHAN, sedangkan yang tidak mati dihajar oleh borok-borok, sehingga teriakan penduduk kota itu sampai ke langit! Mereka akhirnya memanggil semua raja kota Filistin dan meminta agar tabut TUHAN itu dikembalikan ke tempat asalnya, supaya bangsa Filistin tidak musnah karenanya.

TUHAN menghajar orang Filistin–yang menyangka sudah menang atas Allah Israel, yang menyangka bisa mengendalikan Allah Israel–secara bertahap, makin lama makin berat, semula hanya dengan menunjukkan tanda-tanda, kemudian menulahi mereka dengan penyakit dan menimpakan kematian kepada mereka. Supaya mereka tahu bahwa TUHAN adalah satu-satunya Allah yang berkuasa, lebih besar dan lebih kuat dari segala illah dan segala sesuatu.

Dengan memindahkan tabut TUHAN dari kota ke kota, mereka berpikir bisa mengendalikan TUHAN, bisa menahan dan membatasi kekuatan dan kedaualatan TUHAN. Tapi justru TUHAN menunjukkan bahwa merekalah yang menjadi obyek yang dipermainkan oleh tangan TUHAN. Jangan mengatur Tuhan, jangan pernah berpikir bisa memanipulasi dan mengendalikan Tuhan menurut pikiran dan keinginanmu. Tuhan yang mengendalikan hidupmu menurut kehendak-Nya!

Penerapan:
Memohon hati yang mengakui Tuhan sebagai Tuhan, Penguasa yang berdaulat dan berkuasa atas hidup saya. Membangun sikap hormat dan tunduk dan taat kepada Tuhan.

Views: 1

This entry was posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh. Bookmark the permalink.