Kesempatan Emas

Sampai sekarang, saya masih suka menonton film animasi. Salah satu film yang saya sukai adalah produksi Disney berjudul Hercules. Film ini berkisah tentang seorang anak muda yang ingin menjadi seorang hero (pahlawan), supaya bisa naik ke gunung Olympus, tempat tinggal para dewa Yunani.

Continue reading

Views: 30

Posted in Homili | Leave a comment

Membangun Rumah Tuhan

Sekalipun sudah lebih dari 7 tahun berkeluarga, kami belum juga punya rumah sendiri. Kami memang sering bergurau: “Lebih enak kontrak saja. Bisa gonta-ganti model. Dan kalau bosan dengan tetangga, kita bisa pindah”. Namun sesungguhnya, memiliki rumah yang dibangun sesuai dengan kebutuhan dan keinginan adalah salah satu impian kami. Saya sendiri terus merasa “berhutang” kepada keluarga saya selama impian itu belum terwujud.

Continue reading

Views: 76

Posted in Homili | 6 Comments

Rumah Duka

Hari Jumat lalu, saya pergi ke rumah duka. Ibu dari salah seorang teman meninggal, maka saya bersama beberapa kawan melayat ke sana. Ini adalah pengalaman pertama melayat di Australia. Beda sekali dengan suasana upacara pemakaman di Indonesia.

Salah satu perbedaan yang menyolok adalah dalam hal pidato sambutan yang dilakukan. Di Indonesia, yang mengucapkan pidato sambutan adalah pak RT, pak Lurah, atasan di kantor, dan sebagainya. Isi pidatonya pun klise, itu-itu saja, dan sama tidak mempunya sentuhan pribadi. Maklum, yang berpidato mungkin tidak pernah mengenal orang yang meninggal.

Continue reading

Views: 36

Posted in Refleksi | Leave a comment

Tinta “Ajaib” dan Sebatang Pensil

Ketika saya menulis “The Mildura Accident” minggu lalu, saya hanya ingin membagikan apa yang muncul dalam hati saya. Satu hari setelah tulisan itu saya post-kan, Rino (teman yang dulu kuliah di Newcastle) membacanya. “Kebetulan” salah seorang anggota keluarganya baru saja meninggal dunia.

Tulisan yang sederhana itu tiba-tiba saja memiliki arti yang lebih dalam bagi salah seorang pembacanya; tanpa saya tahu sebelumnya, tanpa pernah saya rencanakan. Apa yang terjadi kalau saya tidak pernah berani untuk menuliskannya dan mengirimkannya?

Continue reading

Views: 43

Posted in Refleksi | Leave a comment

Name Dropping

Dalam sebuah kebaktian hari Minggu, ada beberapa tamu dari Jakarta berkunjung ke salah satu gereja di luar negeri. Seperti biasa, anggota jemaat pun berkenalan dengan mereka, atau lebih tepatnya: dikenalkan dengan mereka.

Kebetulan, ada salah seorang anggota jemaat di gereja itu yang memiliki hubungan famili dengan salah satu tokoh Nasional (walau sudah mantan) di Indonesia. Nah, seperti lazimnya kebiasaan orang Indonesia, ketika anggota jemaat ini diperkenalkan, tidak lupa (dengan berbisik-bisik, tentunya) sang pembawa tamu berkata: “Mas ini adalah keponakan dari…”.

Hanya dalam hitungan detik, status si Mas tersebut naik beberapa level. Yang semula “hanya” dipandang sebagai mahasiswa biasa, sekarang menjadi mahasiswa plus keponakan dari Bapak Anu.

Continue reading

Views: 82

Posted in Refleksi | 6 Comments