Mengklarifikasi Kesalahpahaman dan Tuduhan

1 Samuel 24:9-23

Diam itu tidak selalu emas. Ada waktunya untuk bangkit dan menyatakan dengan jelas sikap dan posisi seseorang. Salah satunya adalah ketika ada tuduhan atau kesan yang salah mengenai diri kita, yang menyebabkan terjadinya konflik atau permusuhan atau masalah yang lain. Ada waktunya–ketika Tuhan menghendaki–untuk diam saja dan menyerahkan keadilan kepada Tuhan, tetapi ada waktunya juga untuk bicara dan melakukan klarifikasi disertai bukti kuat tentang posisi dan sikap kita yang disalah mengerti oleh orang lain.

Ayat 8. Sebenarnya Daud bisa saja tetap bersembunyi di dalam gua itu. Dan Saul tidak akan mengetahui apa yang tejadi–sebab Saul sudah siap untuk melanjutkan perjalanan. Tetapi Daud memutuskan keluar gua, untuk membuat Saul paham dan percaya bahwa ia tidak berkhianat dan tidak pernah berniat untuk mencelakakan Saul. Daud berusaha mengubah hati Saul dengan sikap hormat: menyebut Saul sebagai raja dan sujud menyembah Saul.

Ayat 9-14. Daud membuktikan bahwa ia tidak berniat buruk kepada Saul dengan menunjukkan bahwa ia sebenarnya bisa membunuh Saul dengan mudah, karena Saul sudah diserahkan Tuhan ke dalam tangannya dan pengikutnya mendorong dia untuk membunuh Saul, tetapi ia tidak mau melakukannya karena ia mengasihi Saul dan menghormati Saul sebagai raja yang diurapi Tuhan. Daud memberikan bukti potongan jubah Saul–menunjukkan betapa ia sebenarnya bisa membunuh Saul, tetap tidak melakukannya. Daud tidak pernah mau menyerang/mencelakakan Saul.

Ayat 15-16. Daud menyatakan bahwa ia tidak berharga untuk dikejar-kejar Saul, karena ia terlalu lemah dan tidak punya kekuatan yang bisa dinilai sebagai ancaman kepada Saul. Ia mengibaratkan dirinya sebagai anjing mati atau seekor kutu. Menunjukkan bahwa ia sebenarnya tidak berharga untuk dianggap sebagai ancaman oleh Saul. Tetapi, di sisi lain, Daud menyatakan bahwa sekalipun ia kecil dan tak berharga, Tuhanlah yang selama ini dan akan terus memeliharanya dari kejaran Saul. Kalau Daud bisa lepas itu bukan karena kekuatannya, tetapi karena pemeliharaan Tuhan atasnya.

Ayat 17-23. Mendengar perkataan Daud dan melihat bukti bahwa nyawanya benar-benar diselamatkan oleh Daud, Saul menjadi menyesal dan emosional, sampai ia menangis dengan suara nyaring. Ia menyatakan bahwa ia jadi sadar bahwa Daud lebih benar daripadanya karena telah menyelamatkan nyawanya, dan bahwa Daud akan menjadi raja yang kokoh di Israel. kemudian Saul meminta Daud bersumpah agar tidak melenyapkan keturunan Saul.

Tindakan nyata Daud yang menyelamatkan nyawa Saul dipakai sebagai bukti bahwa pandangan negatif Saul kepadanya selama ini adalah salah. Berusaha meyakinkan orang lain yang memiliki pandangan yang keliru adalah hal yang perlu dilakukan–supaya semua orang tahu posisi kita yang sebenarnya; disertai bukti ketulusan kita. Perkara orang lain itu mau percaya atau tidak, itu urusannya sendiri. Bagian kita adalah: menunjukkan bahwa kesan negatif yang dimilikinya itu salah.

Dalam kasus Daud, pernyataan dan deklarasi Daud disertai bukti ketulusannya itu membuat Saul sadar dan melihat kenyataan yang bertentangan dengan pikiran dan tuduhan tentang Daud selama ini. Sebab terbukti Daud tidak mau membunuhnya, sekalipun kesempatan itu sudah diberikan kepadanya. Saul menjadi sadar danmenyesal, sehingga ia menarik pasukannya dan pulang dari usaha mengejar Daud.

Penerapan:
Kalau saya tahu bahwa ada yang punya kesan yang salah tentang saya, maka saya penya bagian untuk menjelaskan dna menunjukkan posisi saya–supaya semua orang mengetahui posisi saya yang sebenarnya.

Views: 16

This entry was posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh. Bookmark the permalink.