Persekutuan Menjaga Dari Kekerasan Hati

1 Samuel 22:6-23

Waspadalah ketika yang membelamu atau yang mendukungmu adalah orang-orang yang bukan umat Tuhan, sementara umat Tuhan sendiri berseberangan denganmu. Itu indikasi seseorang makin terasing dari Tuhan karena dosanya. “Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan ‘hari ini’, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.” (Ibr. 13:3). Makin jauh dari persekutuan, dan makin dekat dengan orang yang tidak percaya adalah indikasi kekerasan hati dalam dosa!

Ayat 6-8. Saul kemudian mendengar kabar tentang lokasi Daud dan pengikutnya. Saul mengadakan rally dengan para pegawainya. Ia menegor mereka karena mereka dinilai tidak loyal kepadanya, tapi justru loyal kepada Daud: (1) mereka tidak memberitahu Saul tentag lokasi Daud; (2) mereka tidak memikirkan atau mengkuatirkannya; dan (3) mereka tidak memberitahu bahwa Yonatan menghasut para pegawai untuk melawan Saul; (4) mereka tidak tahu terima kasih kepadanya yang sudah memberi jabatan dan tanah.

Nampak betapa paranoidnya Saul. Ia mencurigai semua orang yang ada di sekitarnya, ia menuduh mereka bersepakat atau berkonspirasi melawan dirinya. Kebencian kepada Daud, ketakutan karena ia tahu sudah ditolak oleh Tuhan, membuatnya selalu berpikiran negatif tentang orang lain.

Ayat 9-10. Agaknya semua pegawai Saul tidak merespons kemarahan Saul–mereka diam mendengarkan. Kemudian, Doeg, orang Edom itu, membuka mulutnya, melaporkan bahwa ia melihat Daud–ia tidak menghargai Daud, karena memakai istilah “anak Isai itu”–datang ke Nob, dan imam Ahimelekh mendoakan Daud, memberi bekal, dan memberi senjata kepada Daud. Doeg menyatakan bahwa: Ahimelekh ikut dalam pemberontakan Daud melawan Saul, sebab memberi dukungan doa, makanan, dan persenjataan.

Perhatikan ada tekanan tentang identitas Doeg yang orang Edom. Seolah dinyataknabahwa ini tidak mewakili umat TUHAN, melainkan dia orang yang tidak memikirkan kepentingan umat TUHAN. Memperlihatkan bahwa Saul sudah dan semakin jauh dari TUHAN, sehingga orang asing, bukan umat TUHAN, yang menjadi sekutunya! Doeg adalah representasi si Jahat, mendakwa orang benar, dan berniat untuk mencelakakan umat TUHAN.

Ayat 11-15. Saul menyuruh memanggil imam Ahimelekh dan seluruh keluarganya menghadap Saul. Lalu Saul menunduh Ahimelekh ikut berkonspirasi melawan dirinya, karena telah membantu Daud, sehingga sekarang Daud menjadi penghadang atau pemberontak. Ahimelekh menolak tuduhan pemberontakan itu–ia tidak tahu apa-apa; ia mengatakan telah membantu Daud bukan karena mau melawan Saul, tapi karena menghargai Daud sebagai orang yangpaliong dapat dipercaya, menantu raja, kepala pengawal, dan orang yang paling dihormati di rumah Saul.

Ayat 16-17. Saul tidak mau mendengarkan dan menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Ahimelekh dan seluruh keluarganya. Saul menyuruh seornag perwira untuk membunuh pada imam itu dengan tuduhan berkonspirasi membantu Daud. Tapi para pegawai raja tidak ada satupun yang mau melakukan perintah Saul untuk membunuh para imam–mereka tahu posisi para imam di antara umat TUHAN!

Ayat 18-19. Karena tidak ada prajuritnya yang mau–ini tidak menjadi warning bagi Saul bahwa perintahnya dipandang salah oleh para pegawainya–Saul menyuruh Doeg, orang Edom itu untuk membunuh para imam itu. Doeg maju dan sendirian dia membunuh 85 orang imam! Kemudian Saul menyernag Nob, membunuh semua penduduknya, laki-laki dan perempuan, dewasa dan kanak-kanak sampai semua ternaknya!

Ironis sekali! Dulu, ketika Saul diperintah TUHAN menumpas orang Amalek, dia tidak melakukannya, sehingga TUHAN menolaknya sebagai raja. Dan sekarang, dalam kebencian dan kemarahannya, ia menumpoas satu kota–kota imam! Betapa gelapnya hati Saul, si Jahat sudah menguasainya, ia diikuti orang kafir, membunuh imam-imam TUHAN karena kebencian dan kecurigaannya.

Ayat 20-23. Ada satu anak Ahimelekh yang bisa lolos, melarikan diri dan menjadi pengikut Daud. Ia memberitahu Daud bahwa Saul telah menumpas para imam TUHAN. Daud mengakui kepada Abyatar bahwa ia menjadi penyebab kematian seluruh keluarganya–karena membantu Daud di dalma ketulusan mereka, mereka mengalami kematian itu. Maka Daud berkomitmen untuk menjaga dan melindungi Abyatar.

Penerapan:
Terus menjaga persekutuan dengan orang-orang percaya dan para hamba Tuhan, untuk menjaga saya dari kesesatan dan kekerasan hati yang menuju kepada kemurtadan.

Views: 1

This entry was posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh. Bookmark the permalink.