Tentang Blog Ini
-
Tulisan Terbaru
-
Pencarian
Kategori
Admin Blog
Category Archives: Saat Teduh
Jangan Tinggalkan Kasih yang Mula-mula
Wahyu 2:1-7 ernyataan Tuhan Yesus Kristus–sebagai Raja Penguasa–kepada jemaat di Efesus menekankan betapa Tuhan menuntut hidup jmeaat yang dilandasi oleh kasih kepadanya. Tidak hanya doktrin yang murni, ketaatan ke kokoh, atau ketekunan dalam penderitaan. Kasih harus menjadi dasar dan alasan … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Jangan Tinggalkan Kasih yang Mula-mula
Tuhan Yesus yang Menggentarkan dan Layak Disembah
Wahyu 1:12-20 etika menemui Yohanes untuk menyingkapkan rahasia-Nya, Tuhan Yesus hadir dalam penampilan yang sama sekali berbeda dengan yang selama ini dikenal oleh Yohanes. Ia hadir dalam Kemuliaan yang Dahsyat dan Menakutkan–sekalipun Ia tetap menunjukkan kasih-Nya. Tapi Yohanes, murid yang … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Tuhan Yesus yang Menggentarkan dan Layak Disembah
Kemuliaan di Tengah Penderitaan Pembuangan
Wahyu 1:9-11 i tengah situasi yang tidak ideal: di tempat pembuangan dengan status sebagai orang hukuman, Yohanes justru dikuatkan dengan identitasnya yang sebenarnya–kesadaran bahwa ia adalah warga Kerajaan Allah yang sednag menderita bagi Kristus; dan diperkuat dengan kenyataan bahwa Tuhan … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Kemuliaan di Tengah Penderitaan Pembuangan
Tuhan Yesus Datang Sebagai Raja Yang Menang
Wahyu 1:7-8 emenangan Tuhan Yesus itu sudah pasti. Kitab Wahyu adalah pernyataan Tuhan tentang apa yang akan terjadi di akhir zaman, yang pusatnya adalah: Tuhan Yesus datang kembali sebagai Allah Yang Mahakuasa, dan memerintah di atas segala-galanya. The overriding theme … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Tuhan Yesus Datang Sebagai Raja Yang Menang
Gentar kepada Alah, Sang Pemberi Wahyu
Wahyu 1:4-6 ernyataan atau firman Tuhan adalah perkara yang serius, yang tidak bisa dianggap enteng atau disepelekan. Sebab pernyataan atau firman itu berasal dari Pribadi yang harus dianggap serius, yaitu Allah sendiri. Siapa Allah, Sang Pemberi firman, seharusnya sudah membuat … Continue reading →
Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Gentar kepada Alah, Sang Pemberi Wahyu