{"id":761,"date":"2019-07-24T07:17:03","date_gmt":"2019-07-24T00:17:03","guid":{"rendered":"http:\/\/catatanmurid.com\/?p=761"},"modified":"2024-03-11T09:43:34","modified_gmt":"2024-03-11T02:43:34","slug":"cara-pandang-duniawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=761","title":{"rendered":"Cara Pandang Duniawi"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kejadian 27:41-28:9<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Esau berusaha keras untuk menyenangkan hati ayahnya, bersaing dengan adiknya untuk mendapat berkat. Perbuatan Esau dilakukan karena melihat Yakub taat dan diberkati ayahnya. Mengikuti perbuatan ketaatan orang lain yang diberkati; tetapi agaknya didorong oleh motivasi ingin diberkati dan diterima; bukan karena kasih dan ketundukan yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<p>Kelak, ketika Esau kembali bertemu Yakub,; Esau sudah melupakan semua dendam dan sakit hatinya kepada Yakub. Karena ia sendiri hidup kecukupan bahkan melimpah dengan kekayaan. Mungkin, di dalam hati Esau ada pikiran bahwa: hak kesulunagn dan berkat Illahi itu tidak terlalu memberi dampak. Karena nyata ia tetap hidup dalma kelimpahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah ini menunjukkan bahwa Esau memang contoh orang yang mengukur segala sasuatu dari keduniawian\/kedagingan. Yang bernilai adalah hal-hal material: sop kacang merah, kekayaan. Dan tidak memandang berharga perkara-perkara rohani? Sehingga ketika ia berusaha taat pada ayahnyapun didasari pada cara pandang itu. Apa yang nampak di mata, apa yang materiil&#8211;bukan apa yang tidak kelihatan, yang rohani.<\/p>\n<p>Views: 54<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kejadian 27:41-28:9 Esau berusaha keras untuk menyenangkan hati ayahnya, bersaing dengan adiknya untuk mendapat berkat. Perbuatan Esau dilakukan karena melihat Yakub taat dan diberkati ayahnya. Mengikuti perbuatan ketaatan orang lain yang diberkati; tetapi agaknya didorong oleh motivasi ingin diberkati dan &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=761\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20,39,9],"tags":[],"class_list":["post-761","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kejadian","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/761","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=761"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/761\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2785,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/761\/revisions\/2785"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}