{"id":553,"date":"2015-06-03T07:40:52","date_gmt":"2015-06-03T00:40:52","guid":{"rendered":"http:\/\/mashast.com\/?p=553"},"modified":"2024-03-11T09:37:07","modified_gmt":"2024-03-11T02:37:07","slug":"a-tale-of-two-cities-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=553","title":{"rendered":"A Tale of Two Cities (2)"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lukas 4:31-44<\/strong><\/p>\n<p>Ketika Yesus melayani di Nazaret, respon orang banyak mula-mula sangat antusias, namun kemudian menjadi kemarahan dan penolakan yang sangat kuat&#8211;sampai-sampai mereka hendak membunuh Yesus dengan cara mendorong-Nya dari\u00a0 atas tebing. Penduduk Kapernaum juga takjub saat menyaksikan pelayanan Yesus; namun ada perbedaan dibandingkan dengan penduduk Nazaret.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Di Kapernaum<\/strong>, respon pertama yang dicatat oleh Lukas adalah: &#8220;takjub&#8221; (ay. 32), diwakili dengan kata Yunani <em>ekplesso<\/em> yang bermakna: &#8220;<em>to be struck with astonishment\/admiration<\/em>&#8220;. Bukan ketakjuban biasa, namun ketakjuban yang sampai membuat orang &#8220;terpukul&#8221;. Lukas kembali mengulang kata &#8220;takjub&#8221; (ay. 36), namun memakai istilah Yunani yang berbeda, yaitu <em>thambos <\/em>yang berarti &#8220;<em>astonishment, amazement from admiration<\/em>.&#8221;<\/p>\n<p>Alasan ketakjuban penduduk Kapernaum adalah: karena mereka bisa melihat bahwa Yesus mengajar dengan penuh kuasa (ay. 32, 36). Lukas memakai kata <em>exousia<\/em> (otoritas\/wewenang\/hak untuk melakukan tindakan tertentu) dan <em>dunamis<\/em> (power, kuasa, daya kekuatan). Penduduk Kapernaum melihat bahwa ada otoritas dan kuasa yang menyertai Yesus&#8211;sehingga pelayanan-Nya berbeda dari apa yang dilakukan oleh orang lain.<\/p>\n<p>Tentu saja, ketika Yesus berada di Nazaret, otoritas dan kuasa itu melekat pada Diri-Nya. Namun, penduduk Nazaret tidak bisa melihat dan menangkap; justru yang memenuhi hati dan pikiran mereka adalah sikap merendahkan, ketidakpercayaan, dan kemudian penolakan kepada Yesus. Mengapa bisa begitu?<\/p>\n<p>Betapa berharganya hati yang terbuka, yang siap untuk percaya. Keterbukaan hati bisa dihalangi oleh banyak faktor: keyakinan kepada diri sendiri, kekecewaan atau pengalaman pahit di masa lalu, kecurigaan, ataupun ketidakcocokan pribadi. Ketika faktor-faktor itu dibiarkan menutup mata hati, maka hanya prasangka buruk dan pikiran negatif saja yang akan mendominasi&#8211;yang berujung kepada penolakan.<\/p>\n<p>Benar apa yang dinasihatkan oleh Penulis Amsal: &#8220;Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan&#8221; (Amsal 4:23). Jangan biarkan apapun mencemari hati, jangan ijinkan apapun mengeraskan hati. Bangunlah kelemahlembutan, kerendahan hati, keterbukaan, pengampunan, an kepercayaan; maka pintu untuk melihat otoritas dan kuasa Allah akan terbuka bagi kita,<\/p>\n<p>Views: 44<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 4:31-44 Ketika Yesus melayani di Nazaret, respon orang banyak mula-mula sangat antusias, namun kemudian menjadi kemarahan dan penolakan yang sangat kuat&#8211;sampai-sampai mereka hendak membunuh Yesus dengan cara mendorong-Nya dari\u00a0 atas tebing. Penduduk Kapernaum juga takjub saat menyaksikan pelayanan Yesus; &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=553\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,40,9],"tags":[],"class_list":["post-553","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lukas","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=553"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2635,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/553\/revisions\/2635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}