{"id":4590,"date":"2026-11-02T05:13:20","date_gmt":"2026-11-01T22:13:20","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4590"},"modified":"2026-11-02T05:13:20","modified_gmt":"2026-11-01T22:13:20","slug":"manajemen-konflik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4590","title":{"rendered":"Manajemen Konflik"},"content":{"rendered":"<p><strong>2 Samuel 2:24-32<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">B<\/span>ahkan ketika sudah diusahakan untuk berdamai. kadang konflik tetap terjadi. Tetapi konflik tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut, karena kerusakannya akan semakin besar, dan seiring dengan kerusakan itu, sakit hati dan kemarahan dan dendam juga akan bertambah. Maka, segeralah usahakan untuk berdamai dengan siapapun yang berkonflik, dan jangan keras kepala, melainkan dengan rendah hati ambillah setiap tawaran atau kesempatan untuk menghentikan konflik.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 24<\/strong>. Yoab dan Abisai terus mengejar Abner sampai matahari terbenam. Abner sampai di sebuah bukitm dan seluruh orang Benyamin bergabung di belakang Abner&#8211;posisi mereka di puncak bukit, sementara Yoab dan Abisai ada di bawah. Posisi Abner sekarang lebih baik secara taktis, sebab sekarang orang-orang benyamin di belakangnya, dan mereka ada di posisi lebih tinggi daripada Yoab dan Abisai dan pasukannya.<\/p>\n<p><strong>Ayat 25-28<\/strong>. Tetapi, Abner tidak memakai keuntungan itu untuk menyerang pasukan Yoab, melainkan meminta Yoab menghentikan pertempuran, sebab sudah terlalu banyak korban&#8211;ini menimbulkan pertanyaan: lalu apa tujuan Abner membawa pasukannya ke Gibeon? Bukankah untuk berperang melawan pasukan Daud? Lalu mengapa sekarang ia minta perang dihentikan? Dan mengapa Yoab mendengarkan seruan Abner untuk menghentikan peperangan?<\/p>\n<p>Abner mengalami kekalahan&#8211;makanya ia sampai dikejar-kejar. Dalam <strong>ayat 30-31<\/strong> dicatat bahwa pasukan Abner kehilangan 360 orang tewas, sementara pasukan Yoab hanya kehilangan 19 orang&#8211;sebuah kekalahan telak bagi Abner. Agaknya ia minta agar pertempuran dihentikan karena ia melihat pasukannya telah dikalahkan.<\/p>\n<p>Yoab, sekalipun dalam posisi yang lebih kuat karena bisa mendesak dan mengejar Abner, memutuskan untuk menghentikan pertempuran. Alasannya: &#8220;<em>sekiranya engkau berbicara tadi, maka tentulah sudah dari tadi pagi rakyat menarik diri dari memburu saudara-saudaranya<\/em>&#8221; (<strong>ayat 27<\/strong>). Memberi kesan bahwa pasukannya hanya merespons atau membela diri serangan dari Abner&#8211;sehingga ketika Abner meminta berhenti, mereka juga berhenti, sebab sejak awal tidak ada niat untuk menyerang dan menghancurkan pasukan Abner.<\/p>\n<p>Apapun yang ada di dalam hati mereka, para pemimpin pasukan ini memutuskan untuk menghentikan pertempuran. Alasan utama: salah satu pihak sudah terbukti kalah, dan tidak perlu lagi bertambah pasukan yang mati terbunuh, sehingga menimbulkan kesedihan dan kepahitan. Sudah cukup kerusakan yang ada karena konflik itu&#8211;yang seharusnya tidak perlu terjadi, sudah waktunya untuk menghentikannya.<\/p>\n<p><strong>Ayat 29-32<\/strong>. Abner dan pasukannya berjalan kembali ke Mahanaim, sementara pasukan Yoab kembali ke Hebron. Semalam-malam kedua pasukan itu berjalan kembali ke tempatnya masing-masing. Pasukan Yoab singgah ke Betlehem untuk menguburkan Asael&#8211;karena Asael berasal dari Betlehem; lalu melanjutkan perjalanan semalam-malaman menuju Hebron.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\nKenali kapan harus mengentikan konflik, kalau memang tidak bisa dicegah&#8211;artinya pihak lain yang memaksakan terjadinya konflik. Bersegeralah menghentikan konflik dan membuat perdamaian.<\/p>\n<p>Views: 7<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2 Samuel 2:24-32 ahkan ketika sudah diusahakan untuk berdamai. kadang konflik tetap terjadi. Tetapi konflik tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut, karena kerusakannya akan semakin besar, dan seiring dengan kerusakan itu, sakit hati dan kemarahan dan dendam juga akan bertambah. Maka, &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4590\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,39,9],"tags":[],"class_list":["post-4590","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-2-samuel","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4590"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4591,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4590\/revisions\/4591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}