{"id":4436,"date":"2026-08-12T05:05:10","date_gmt":"2026-08-11T22:05:10","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4436"},"modified":"2026-08-12T05:05:10","modified_gmt":"2026-08-11T22:05:10","slug":"tuhan-berdaulat-menentukan-segala-sesuatu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4436","title":{"rendered":"Tuhan, Berdaulat Menentukan Segala Sesuatu"},"content":{"rendered":"<p><strong>1 Samuel 8:15-27<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">P<\/span>enulis Amsal menyatakan: &#8220;<em>Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN<\/em>.&#8221; (<strong>Ams. 16:33<\/strong>). Tuhan adalah perencana dan pengatur segala sesuatu. Tidak ada yang namanya kebetulan&#8211;itu semua adalah hasil pengaturan Tuhan. Segala peristiwa dikendalikan oleh Tuhan untuk menjalankan rencana dan kehendak-Nya. Manusia punya kebebasan untuk bertindak, seperti dadu juga &#8220;bebas&#8221; untuk mengelurkan angka berapapun; tetapi, kehendak dan keputusan Tuhanlah yang akna terjadi, memakai semua pilihan orang dan rangkaian peristiwa yang ada. Tuhan adalah Raja yang mengatur dan memutuskan segala sesuatu menurut keinginan-Nya!<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 16-17<\/strong>. Tanpa setahu Saul, TUHAN sehari sebelumnya sudah memberitahu Samuel bahwa ia akan menyuruh&#8211;TUHAN yang menyuruh, bukan peristiwa kebetulan, tapi memang TUHAN yang merencanakan dan menghendaki Saul untuk bertemu dengan Samuel. TUHAN menyetakan bahwa Saul harus diurapi menjadi raja untuk menyelamatkan umat-Nya dari tangan orang Filistin, sebab TUHAN memperhatikan kesengsaraan umat-Nya dan mendengar teriakan umat-Nya.<\/p>\n<p>TUHAN yang penuh belas kasihan&#8211;bahkan ketika umat-Nya menolak Dia dengan meminta seorang raja, TUHAN tetap memperhatikan kesengsaraan mereka dan mendengar teriakan mereka&#8211;mereka tidak berseru dalam doa kepada TUHAN; bukankah mereka telah menolak TUHAN? Tetapi TUHAN mendengar teriakan kesengsaraan mereka; dan dalam belas kasihan-Nya, raja yang mereka minta sebagai simbol penolakan itu justru akan diberikan TUHAN untuk menyelamatkan mereka dari tindasan musuhnya.<\/p>\n<p>Ketika Samuel melihat Saul, TUHAN berkata kepadanya bahwa itulah orang yang akan memimpin umat-Nya. TUHAN terus memimpin Samuel langkah demi langkah, sampai hal yang sangat detil, sehingga Samuel tidak salah paham, dan Samuel bisa mengerti kehendak TUHAN sampai sepresisi mungkin. TUHANnya Samuel adalah Tuhan saya juga, Tuhan bagi umat-Nya; Ia Pribadi yang sama dan tidak berubah dari dulu sampai selamanya. Implikasinya, sayapun&#8211;apalagi dengan kehadiran Roh Kudus di dalam diri saya&#8211;dapat mengalami pimpinan Tuhan sedetil itu; bukankah Ia ingin agar saya melakukan apa yang diinginkan-Nya?<\/p>\n<p>&#8220;<em>Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau. Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia<\/em>.&#8221; (<strong>Maz. 32:8-10<\/strong>).<\/p>\n<p><strong>Ayat 18-21<\/strong>. Saul bertanya kepada Samuel di mana tempat tinggal nabi yang dicarinya&#8211;Saul sama sekali tidak mengenal Samuel&#8211;padahal Samuel sangat terkenal, bahkan bujangnya pun pernah mendengar dan tahu bahwa &#8220;<em>di kota ini ada seorang abdi Allah, seorang yang terhormat; segala yang dikatakannya pasti terjadi<\/em>&#8221; (<strong>ayat 6<\/strong>). Apakah ini representasi dari hidup Saul, yang sekalipun secara fisik dan latar belakang sosial merupakan profil pemimpin yang ideal di mata manusia, tetapi tidak memiliki cukup perhatian, pengertian dan pengalaman rohani? Coba bandingkan dengan Daud, yang sejak remaja telah mengalami: &#8220;<em>TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang &#8230;<\/em>&#8221; (<strong>1 Sam 17:37<\/strong>).<\/p>\n<p><strong>Ayat 19-21<\/strong>. Samuel mengenalkan bahwa dirinyalah nabi yang dicari Saul. Dan Samuel berkata bahwa ia perlu menjelaskan sesuatu yang penting kepada Saul; sebagai &#8220;bukti&#8221; kenabiannya, Samuel menyatakan bahwa keledai yang dicari Saul itu sudah ditemukan&#8211;padahal Saul belum bertanya soal keledai itu. Dan Samuel memuji Saul dengan mengatakan bahwa ia dan keluarganya adalah apa yang ideal, memiliki semua yang diingini oleh orang Israel.<\/p>\n<p>Saul&#8211;masih rendah hati&#8211;karena mungkin belum pernah bersentuhan dengan kekuasaan dan kemuliaan dan fasilitas sebagai penguasa, menolak pujian Samuel, karena ia melihat bahwa sukunya dalah suku terkecil di Israel, dan keluarganya juga yang paling hina di antara suku Benyamin&#8211;apakah ini kerendahan hati sejati? Sebab, bukankah disebutkan di awal bahwa ayahnya adalah seorang yang kaya dan berpengaruh di masyarakat?<\/p>\n<p>Kekuasaan dan ketenaran adalah salah satu mata ujian untuk mengetahui karakter asli seseorang! Seorang&#8211;seperti Saul&#8211;kelihatan baik dan rendah hati dan penurut, bisa jadi bukan karena watak aslinya, melainkan karena situasi belum memungkinkan untuk menyatakan siapa dirinya yang sebenarnya. Berikan kepadanya kekuasaan atau kekayaan atau kemuliaan; dan kalau sikapnya tidak berubah, maka itulah karakternya yang sebenarnya. Kekuasaan\/kekayaan\/kemuliaan tidak mengubah orang, tetapi menyatakan siapa dia yang sebenarnya.<\/p>\n<p><strong>Ayat 22-24<\/strong>. Samuel membawa Saul ke hadapan sekitar 30 orang Israel yang diundang oleh Samuel untuk mengikuti ibadah pada hari itu. Saul ditempatkannya di tempat yang utama bersama Samuel, dan diberi sajian yang utama&#8211;yang telah dipersiapkan atau disimpan khusus untuk Saul dalam perayaan itu. Tentulah semua orang yang hadir memperhatikan Saul dan bertanya-tanya, siapakah orang ini, sehingga diperlakukan secara khusus oleh Samuel. Diundang datang di acara yang khusus, ditempatkan di tempat utama, dan diberi sajian yang telah disiapkan\/disimpan secara khusus untuknya oleh Samuel. Tapi masih belum dibukakan kepada mereka apa yang dirancang oleh TUHAN.<\/p>\n<p><strong>Ayat 25-27<\/strong>. Selesai perayaan, Saul dibawa Samuel ke rumahnya, dan mereka bercakap-cakap di atas sotoh rumah Samuel. Ini perlakukan istimewa yang lain lagi: siapa yang pernah diundang untuk bermalam di rumah Samuel, Sang Nabi TUHAN itu? Keesokan harinya, Samuel memanggil Saul yang semalaman tidur di atas sotoh rumahnya, lalu mengajaknya untuk berangkat pulang dan Samuel akan mengantarkannya&#8211;ini menjadi waktu bagi Samuel untuk menyatakan dan melakukan kehendak TUHAN atas Saul, yaitu mengurapi dia menjadi raja Israel. Tetapi Samuel akan melakukannya secara diam-diam. Bahkan ia menyuruh agar bujang Saul itu berjalan mendahului, supaya tidak tahu apa yang akan dikatakan Samuel kepada Saul.<\/p>\n<p>Cara kerja TUHAN: Ia memilih dan menetapkan orang secara diam-diam, di tempat rahasianya&#8211;bahkan orang yang ditetapkan itupun kadang tidak tahu, kemudian TUHAN mengatur segala peristiwa sehingga orang pilihannya itu akan ditampilkannya pada waktu yang paling tepat, dengan cara yang paling tepat menurut kehendak-Nya. Nantinya Saul akan terpilih secara &#8220;alamiah&#8221; melalui metode yang digunakan Israel&#8211;tapi, sebenarnya TUHAN yang mengatur dan memutuskan semuanya.<\/p>\n<p>Tidak usah tergesa-gesa atau membuat strategi dan taktik ini itu untuk meraih sesuatu&#8211;Tuhan punya cara dan waktu-Nya. Tunggulah waktu Tuhan, ikuti cara Tuhan, dengarkan baik-baik pimpinan-Nya. Pilihan dan ketetapan dan cara dan waktu Tuhan adalah yang terbaik: &#8220;<em>Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu<\/em>.&#8221; (<strong>Ams. 3:5,6<\/strong>)<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\nTolonglah saya untuk percaya dan mengandalkan Tuhan, mendengarkan dan mengikuti bimbingan Tuhan. Saya mengakui bahwa saya suka membuat rencana sendiri, rencana yang saya pikir baik dan benar&#8211;dan kadang saya ceritakan kepada orang lain. Tolonglah saya untuk tekun di tempat rahasia bersama-Mu, dan menantikan pimpinan-Mu.<\/p>\n<p>Views: 8<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1 Samuel 8:15-27 enulis Amsal menyatakan: &#8220;Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.&#8221; (Ams. 16:33). Tuhan adalah perencana dan pengatur segala sesuatu. Tidak ada yang namanya kebetulan&#8211;itu semua adalah hasil pengaturan Tuhan. Segala peristiwa dikendalikan oleh &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4436\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38,39,9],"tags":[],"class_list":["post-4436","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-1-samuel","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4436"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4436\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4437,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4436\/revisions\/4437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}