{"id":4410,"date":"2026-07-31T19:03:08","date_gmt":"2026-07-31T12:03:08","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4410"},"modified":"2026-07-31T19:03:46","modified_gmt":"2026-07-31T12:03:46","slug":"hati-yang-menghormati-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4410","title":{"rendered":"Hati yang Menghormati Tuhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>1 Samuel 3:11-21<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">A<\/span>pa yang dikehendaki Tuhan? Apakah Ia menuntut agar orang sempurna tanpa kejatuhan dan kelemahan sama sekali? Tidak. Ia tahu mahwa manusia sudah jatuh ke dalam dosa, sehingga mustahil bisa sempurna hidup benar di hadapan-Nya&#8211;kecuali Anak Allah. Karena itu, yang dicari oleh Tuhan adalah manusia dengan sikap hati yang mengehormati Dia, yang takut kepada-Nya, yang menyembah Dia, yang mempercayakan hidup kepada-Nya dan mengandalkan Dia.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 11-14<\/strong>. TUHAN berbicara kepada Samual. Dan apa yang dinyatakan TUHAN bukan hal yang menyenangkan, tetapi hal yang menakutkan dan menyedihkan. Tidak ada perintah TUHAN kepada Samuel untuk memberitahukan firman-Nya kepada orang lain. Firman itu adalah pernyataan TUHAN mengenai apa yang akan dilakukan-Nya di masa yang akan datang. Firman TUHAN itu berisi rencana dan kehendak TUHAN yang akan dilakukan-Nya.<\/p>\n<p>Mendengarkan Tuhan itu berarti mendengarkan perkataan Tuhan dan kehendak Tuhan. Bukan mencari afirmasi atau konfirmasi kepada keinginan atau rencana saya, tetapi diam dan mendengarkan dan menerima apa yang mau Tuhan nyatakan dan yang mau Tuhan lakukan. Seorang hamba, ketika menghadap tuannya, ia hanya mendengarkan dan menerima perintah untuk dimengerti dan dilakukannya.<\/p>\n<p>Isi perkataan TUHAN kepada Samuel adalah: TUHAN akan melakukan sesuatu yang akan menbuat semua orang yang mendengar menjadi bising telinganya. Dalam terjemahan lain dituliskan: &#8220;<em>I am about to do shocking thing in Israel<\/em>&#8221; (<strong>ayat 11<\/strong>-NLT). Apa yang akan dilakukan TUHAN bukanlah sesuatu yang biasa, melainkan sesuatu yang luar biasa sehingga mengejutkan dan menggoncangkan seluruh umat Israel. Ini sesuatu yang sangat besar&#8211;TUHAN memulai reformasi kehidupan umat-Nya dengan sebuah peristiwa yang mengejutkan.<\/p>\n<p>Apa peristiwa itu? Penjatuhan hukuman kepada Eli dan keluarganya! TUHAN akan melakukan semua yang sudah dinyatakannya&#8211;diancamkannya kepada Eli dan keluarganya&#8211;semua ancaman yang pernah dinyatakan TUHAN akan dilakukannya&#8211;dari awal sampai akhir, tidak ada yang akan terlewat. Mengapa? Sebab TUHAN sudah memperingatakn Eli mengenai hukuman yang akan dijatuhkan, sebab anak-anak Eli telah menghujat TUHAN dan Eli tidak mendisiplin mereka. Dan hukuman TUHAN ini sudah final dan tidak ada pengampunan lagi&#8211;bukan karena TUHAN tidak mau mengampuni, tetapi karena mereka sudah mengeraskan hati dan menolak untuk bertobat!<\/p>\n<p>Bagaimana perasaan Samuel mendengar firman TUHAN itu? Baru pertama kali TUHAN berbicara, dan isinya sesuatu yang mengerikan yaitu penjatuhan hukuman&#8211;apalagi yang akan dihukum oleh TUHAN adalah Eli, pengasuhnya, pembimbingnya, orang yang bertahun-tahun menerima dia tinggal di rumahnya, bertahun-tahun merawat dan mendidiknya. Telinga yang menjadi bising pertama kali adalah telinga Samuel! Tapi, seorang hamba tidak bisa memilih apa yang mau didengarnya&#8211;apapun perkataan TUHAN, suka tidak suka, enak tidak enak, seorang hamba harus mendengarkan dan menerimanya.<\/p>\n<p><strong>Ayat 15<\/strong>. Apakah Samuel masih bisa tidur malam itu setelah mendengar firman TUHAN? Kayaknya dia tidak bisa tidur&#8211;bukan saja karena pengalaman pertama berhadapan dengan TUHAN yang berbicara langsung kepadanya, tetapi juga karena isi firman TUHAN itu mengangkt hal yang mengerikan untuk Eli, gurunya. Samuel, seperti normalnya orang, segan untuk memberitahukan isi firman TUHAN kepada Eli; padahal dia tahu, pasti Eli akan bertanya kepadanya.<\/p>\n<p>Tidak hanya harus mau menerima apapun firman Tuhan untuk dirinya, tetapi seorang hamba Tuhan harus mau dan taat untuk menyatakan firman Tuhan itu kepada orang lain&#8211;apapun isinya, senegatif apapun pernyataannya. Hamba Tuhan tidak boleh memilih-milih apa yang akan dikatakan kepada orang lain, tidak boleh menjaga hati orang lain atau menyenangkan orang lain. Hamba Tuhan itu fokusnya kepada: melakukan apa yang Tuhan inginkan, mengatakan apa yang Tuhan katakan.<\/p>\n<p>Ini akan menjadi ujian ketaatan dan penundukan diri dan penghormatan kepada Tuhan yang pertama bagi Samuel. Menerima firman Tuhan itu satu hal, tetapi taat untuk memberitakan firman Tuhan&#8211;terutama yang &#8220;buruk&#8221;&#8211;kepada orang lain itu adalah hal yang berbeda. Dalam hal keduanya, seorang hamba Tuhan harus taat. Apakah ia lebih menghormati Tuhan atau menghormati manusia. Eli melakukan kesalahan itu, yaitu lebih menghormati anak-anaknya daripada menghormati Tuhan (1 Sam 2:29).<\/p>\n<p><strong>Ayat 16-18<\/strong>. Benar seperti dugaan Samuel: pagi hari, ketika ia mulai melakukan pekerjaannya di Kemah Suci, Eli memanggilnya dan bertanya apa yang dinyatakan TUHAN kepada Samuel semalam. Eli tahu, ada kemungkinan Samuel enggan mengatakannya&#8211;atau mungkin Eli melihat dari sikap Samuel, nampak keengganan itu, maka Eli menekan Samuel untuk mengatakan apa adanya.<\/p>\n<p>Ketika Samuel mengatakan semua yang dikatakan TUHAN, tidak ada satupun yang disembunyikan&#8211;tidak ada hal yang diperhalus; tapi Samuel mengatakan apa adanya. Respons Eli adalah: &#8220;<em>Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik<\/em>.&#8221; (<strong>ayat 18<\/strong>). Apa arti respon ini? Penyerahan dan penundukan diri pada TUHAN? Ataukah bentuk lain dari kekerasan hati yang diselubungi dengan kepasrahan? Jangan-jangan Eli sedang berkata: &#8220;Ya sudah, terserah apa maunya TUHAN, toh Dia itu TUHAN yang berhak melakukan apa saja yang dimaui-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Berbeda dengan apa yang dilakukan Daud ketika TUHAN menyatakan bahwa anak hasil kejahatannya dengan Batsyeba akan mati. Sekalpun sudah diputuskan TUHAN, Daud berkabung dan berpuasa dan merendahkan diri di hadapan TUHAN, memohon kemurahan agar anak itu diijinkan hidup (<strong>2 Sam 12:14-20<\/strong>). Bukannya Daud tidak tunduk, tetapi dengan bersandar kepada belas kasihan TUHAN, ia memperjuangkan anaknya agar lepas dari hukuman. Jangan-jangan, karena sikap Daud dalam merespons hukuman TUHAN ini, membuat TUHAN menebus dosanya dengan mengasihi anaknya yang kemudian dengan Batsyeba (<strong>2 Sam. 12:24<\/strong>).<\/p>\n<p><strong>Ayat 19-21<\/strong>. Agaknya momen pertama TUHAN menyatakan Diri kepada Samuel, dan sikap Samuel yang menghormati TUHAN dan taat total kepada firman TUHAN itu menjadi pondasi bagi pertumbuhan Samuel kemudian. &#8220;<em>Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya yang dibiarkan-Nya gugur<\/em>.&#8221; Ketaatan dan penghormatan Samuel kepada TUHAN membuat TUHAN mengokohkan dan memvalidasi panggilan Samuel sebagai nabi TUHAN&#8211;seluruh umat TUHAN tahu dan mengakui bahwa &#8220;kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN&#8221;.<\/p>\n<p>TUHAN menyatakan kepada Eli: &#8220;<em>Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah<\/em>.&#8221; (<strong>1 Sam. 2:30<\/strong>). Dan Ia membuktikan prinsip-Nya itu dalam hidup Samuel. Siapa menghormati Tuhan, maka Tuhan akan meninggikan atau menghormati dia. Daud pun, dio dalam kejatuhannya, karena ia terus menghormati TUHAN, maka TUHAN menghormati dia&#8211;mengasihi Salomo yang adlah buah pernikahannya dengan Batsyeba. Kalau sikap Daud berbeda, bisa jadi sejarah keluarganya juga akan berbeda.<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\nYang dikehendaki Tuhan adalah: orang menghormati Tuhan. Tuhan tahu manusia tidak sempurna, manusia bisa jatuh: &#8220;<em>Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu<\/em>.&#8221; (<strong>Maz. 103:14<\/strong>)&#8211;tetapi manusia tetap bis amengormati Tuhan dan menyembah Tuhan sekalipun ia bisa dan pernah jatuh!<\/p>\n<p>Views: 5<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1 Samuel 3:11-21 pa yang dikehendaki Tuhan? Apakah Ia menuntut agar orang sempurna tanpa kejatuhan dan kelemahan sama sekali? Tidak. Ia tahu mahwa manusia sudah jatuh ke dalam dosa, sehingga mustahil bisa sempurna hidup benar di hadapan-Nya&#8211;kecuali Anak Allah. Karena &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4410\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38,39,9],"tags":[],"class_list":["post-4410","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-1-samuel","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4410"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4410\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4412,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4410\/revisions\/4412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}