{"id":4386,"date":"2026-07-23T11:03:21","date_gmt":"2026-07-23T04:03:21","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4386"},"modified":"2026-07-23T11:03:21","modified_gmt":"2026-07-23T04:03:21","slug":"cara-pandang-illahi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4386","title":{"rendered":"Cara Pandang Illahi"},"content":{"rendered":"<p><strong>1 Samuel 1:12-20<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">L<\/span>atar belakang seseorang, pengetahuannya, pengalamannya, cara pandnag dunia dan tata nilai yang dimilikinya akan mempengaruhi atau menentukan bagaimana ia memandang dan menilai apa yang ada di sekitarnya, termasuk pandangannya tentang orang lain. Kalau ia seorang yang duniawi, maka ia akan menilai orang lain dari kacamata dunia; kalau ia seorang rohani, maka ia akan menilai orang lain dari cara pandang Tuhan. Cara pandang Tuhan tidak akan salah.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 12-14<\/strong>. Eli adalah imam besar yang melayani pada waktu itu. Ia melihat Hana yang sedang menangis sambil seperti berbicara, tidak terdengar suaranya dan hanya berkomat-kamit bibirnya. Dan Eli menyimpulkan bahwa perempuan itu sedang mabuk, maka ia menegurnya. Bagaimana bisa Eli menduga bahwa Hana sedang mabuk? Dalam teks itu disebutkan; &#8220;<em>hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk<\/em>.&#8221; (<strong>ayat 13<\/strong>).<\/p>\n<p>Mengapa kesimpulan Eli adalah: Hana sedang mabuk? Apa referensi yang dimiliki oleh Eli&#8211; pemahamannya tentang kehidupan, pengalamannya, tata nilainya&#8211;yang menjadi dasar penarikan kesimpulan tentang apa yang dilihatnya dari diri Hana? Apakah karena Eli tidak mengenal Hana, sekalipun keluarganya rutin datang setiap tahun untuk beribadah ke Silo? Bisa jadi, sebab ada banyak keluarga yang juga taat beribadah, sehingga mungkin tidak mengenalnya.<\/p>\n<p>Eli pada waktu peristiwa ini terjadi berusia sekitar 90 tahun, sudah sangat tua, dan kemungkinan sudah mulai kehilangan &#8220;penglilahatan&#8221;. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara rohani&#8211;karena situasi kemerosotan moral di dalam rumah tangganya sendiri, di mana Eli tidak gagal untuk mendidik dan menegor anak-anaknya yang berbuat jahat di hadapan TUHAN. Karena inner being Eli sendiri sudah merosot, maka ketika ia menilai orang lain, penilaiannya juga menjadi tercemar. Menghakimi orang lain secara negatif.<\/p>\n<p><strong>Ayat 15-17<\/strong>. Hana menjawab bahwa ia tidak mabuk, tetapi ia adalah seornag perempuan yang sangat bersusah hati, yang sednag mencurahkan isi hatinya kepada TUHAN; bahwa kesedihan dan sakit hatinya sangatlah besar, sehingga ia berdoa sangat lama. Eli, tidak bisa menangkap kesesakan hati Hana. Sehingga, Hana yang berdoa dengan sungguh-sungguh, dikiranya sebagai seorang yang sedang mabuk. Dan kemudian, setelah mengetahui bahwa penilaiannya salah, Eli membuat pernyataan yang sangat umum\/klise kepada Hana. Sebagai pemimpin rohani, Eli sudah tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai imam yang membawa umat kepada TUHAN.<\/p>\n<p><strong>Ayat 18<\/strong>. Tetapi, Hana sendiri mengalami jamahan TUHAN, yang kepadanya ia berdoa dengan segenap hati. Bukan karena kata-kata Eli, tetapi TUHAN memberikan sukacita dan damai sejahtera kepada Hana, setelah dia membuat nazar di hadapan TUHAN untuk menyerahkan apa yang dimintanya untuk dipakai TUHAN. Ia mau makan, mukanya tidka muram lagi&#8211;pertama kali terjadi setelah bertahun-tahun mengalami kedukaan dan kehinaan yang besar. I wonder what Elkana and Penina thought when they saw Hana eat her meal happily.<\/p>\n<p>Ketika TUHAN memberikan sukacita dan damai sejahtera di dalam hati seseorang, apapun penilaian atau pendangan atau bahkan hinaan dan intimidasi dari orang lain tidak lagi membuatnya down dan sakit hati. Sebab sukacita dan damai sejahtera dari TUHAN itu memelihara hati dan pikirannya. Itu diawali ketika seseorang berdoa mencurahkan isi hatinya dan membuat penyerahan kepada TUHAN.<\/p>\n<p><strong>Ayat 19-20<\/strong>. Dan dalam waktu dekat, TUHAN menjawab doa Hana. TUHAN membuka kandungannya, sehingga ia kemudian hamil, dan satu tahun kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Ini tidak bisa dipungkiri, dari sisi timingnya, kehamilan Hana dan kelahiran anak itu adalah jawaban doa dari TUHAN. Dan Hana mengakuinya, dengan memberikan nama Samuel, yang artinya; &#8220;<em>Aku telah memintanya dari pada TUHAN<\/em>.&#8221;<\/p>\n<p>TUHAN mengetahui dan menunggu waktu yang paling tepat untuk menjawab doa umat-Nya, dan untuk menggenapi janji-Nya kepada umat-Nya. Ketika waktu itu tiba, TUHAN memberikan anugerah-Nya, TUHAN menepati janji-Nya; maka umat-Nya mengakui bahwa TUHANlah yang telah bekerja; hanya karena TUHANlah semua itu terjadi dan diterima.<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\nMemohoan agar Tuhan terus menguduskan dan memurnikan motivasi, pikiran, dan cara berpikir saya, sehingga saya memandang dan menialai segala sesuatu dengan cara pandang yang benar, yaitu cara pandang Illahi.<\/p>\n<p>Views: 6<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1 Samuel 1:12-20 atar belakang seseorang, pengetahuannya, pengalamannya, cara pandnag dunia dan tata nilai yang dimilikinya akan mempengaruhi atau menentukan bagaimana ia memandang dan menilai apa yang ada di sekitarnya, termasuk pandangannya tentang orang lain. Kalau ia seorang yang duniawi, &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4386\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38,39,9],"tags":[],"class_list":["post-4386","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-1-samuel","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4386"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4387,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4386\/revisions\/4387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}