{"id":4276,"date":"2026-05-29T08:59:23","date_gmt":"2026-05-29T01:59:23","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4276"},"modified":"2026-05-29T08:59:23","modified_gmt":"2026-05-29T01:59:23","slug":"hukuman-tuhan-atas-izebel-si-pezina-dan-penyesat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4276","title":{"rendered":"Hukuman Tuhan atas Izebel, Si Pezina dan Penyesat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Wahyu 2:18-29<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">T<\/span>iatira terletak sekitar 64 km di sebelah timur Pergamus. Kota ini jauh lebih kecil, dan jemaatnya juga lebih kecil. Akan tetapi mendapat pernyataan yang keras dari Tuhan Yesus. Setiap jemaat bernilai tinggi bagi Tuhan&#8211;tidak memandang jumlah, sebab satu jiwapun penting dan berharga bagi Tuhan. Ada dosa yang sangat serius terjadi di jemaat ini, sehingga Tuhan menyatakan ancaman murka yang sangat serius pula. Tuhan tidak pandang bulu, siapa berdosa pasti akan dihukum.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 18<\/strong>. Kepada jemaat Tiatira, Tuhan Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai &#8220;<em>Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagai tembaga<\/em>.&#8221; Api dan tembaga di merupakan lambang penghakiman dan hukuman atau murka Tuhan. Dan itu yang menjadi tema utama pernyataan Tuhan kepada jemaat ini: ada murka Tuhan yang menyala-nyala yang mengancam mereka.<\/p>\n<p><strong>Ayat 19<\/strong>. Sekali lagi Tuhan menyatakan bahwa Ia &#8220;<em>tahu segala pekerjaanmu<\/em>&#8220;. Tidak ada yang tersembunyi dari Tuhan; baik atau buruk, semuanya terbuka di mata Tuhan. Tuhan memuji pekerjaan jemaat Tiatira dalam hal: kasih, iman, pelayanan, dan ketekunan mereka. Ini adalah jemaat yang &#8220;baik&#8221;, karena mereka menerapkan ikasih dan iman dengan nyataka di dalam pekerjaan pelayanan dan ketekunan.<\/p>\n<p><strong>Ayat 20<\/strong>. Tetapi, Tuhan mencela jemaat, karena telah membiarkan wanita bernama Izabel (perempuan ini mengaku sebagai nabiah) mengajar dan menyesatkan hamba-hamba Tuhan supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Agaknya ada seorang perempuan yang mendeklarasikan diri sebagai nabi, dan menyebarkan ajaran sesat, dan jemaat Tuhan mengikuti kesesatannya.<\/p>\n<p>Kesalahan gereja Tiatira adalah: sekalipun mereka mengetahui praktek pengajaran sesat yang dilakukan nabiah palsu itu, alih-alih menegor dan bersikap tegas melarang\/menghentikan, mereka membiarkannya tetap mengajar&#8211;sehingga ada anggota-anggota jemaat (ayat 20, 24) yang mengikuti ajaran sesat ini.<\/p>\n<p>Mengapa gereja mentolelir nabiah palsu sehingga bisa terus mengajarkan kesesatan di antara jemaat? Apakah ada kharisma tertentu yang menyebabkan jemaat ragu-ragu atau segan untuk membuka kedoknyanya? Apakah perempuan itu sebelumnya punya catatan kehidupan iman yang bagus di antara jemaat, sehingga orang sulit percaya\/menerima bahwa ia sudah menjadi sesat?<\/p>\n<p>Orang bisa menjadi ragu ketika melihat kesesatan dilakukan oleh orang\/tokoh yang dihormati atau disegani atau yang sudah dikenal sebagai orang yang beriman&#8211;rasa hormat dan segan, bisa juga berhutang budi, membuat orang ragu untuk melakukan konfrontasi dengan kesesatan. Bukankah itu yang terjadi atas Petrus, posisinya sebagai pemimpin gereja membuat orang ikut terbawa kesesatannya&#8211;sampai Paulus dengan tegas menegornya berdasar kebenaran Firman Tuhan (<strong>Gal. 2:11-14<\/strong>).<\/p>\n<p>Tapi, bagi Tuhan, tidak ada yang bisa disembunyikan atau dikamuflasekan. Tuhan melihat keadaan orang apa adanya, Tuhan tidak pernah silau oleh kepribadian seseorang, Tuhan tidak dipengaruhi oleh relasi, posisi, dan prestasi seseorang. Standar Tuhan hanya satu dan tak pernah berubah: kebenaran dan kekudusan!<\/p>\n<p>Tuhan menginginkan agar umat-Nya memegang kebenaran dan menolak kesesatan&#8211;siapapun yang melakukan atau mengajarkannya! Standar yang dipakai adalah kebenaran firman Tuhan, bukan ketokohan atau senioritas, atau kedekatan relasi, atau ikatan sejarah dan emosi! ketika ada kesesatan&#8211;semua itu harus ditundukkan di bawah otoritas kebenaran firman Tuhan!<\/p>\n<p><strong>Ayat 21<\/strong>. Agaknya, perempuan Izebel itu adalah bagian atau pernah menjadi bagian dari jemaat&#8211;karena Tuhan Yesus telah memberikan waktu kepadanya untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya! Mungkin nama perempuan itu bukan Izebel, namun itu menjadi simbol besarnya kesesatan dan kerusakan yang ditimbulkannya di antara umat Tuhan, seperti istri raja Ahab di zaman nabi Elia.<\/p>\n<p><strong>Ayat 22-23<\/strong>. Karena perempuan dan anak-anaknyta (pengikutnya) tidak mau bertobat, sekalipun sudah diberi kesempatan oleh Tuhan, maka Tuhan akan menjatuhkan hukuman kepadanya: (1) perempuan itu akan ditimpa sakit parah; (2) mereka yang berzinah dengannya akan dilemparkan Tuhan ke dalam kesukaran besar; (3) anak-anak perempuan itu (entah anak lahiriah atau pengikut) akan dibunuh oleh Tuhan.<\/p>\n<p>Hukuman Tuhan kepada perempuan itu dan anak-anaknya dan yang terlibat dengan kesesatannya itu begitu dramatis dan ekstrem, sehingga semua jemaat akan mengetahuinya! Dan melihat beratnya hukuman Tuhan itu, jemaat akan menyadari bahwa Tuhan menguji hati setiap orang dan Tuhan pasti membalas perbuatan setiap orang!<\/p>\n<p>Mengapa hukuman Tuhan akan sangat dramatis? Sebab kejahatan yang dilakukan perempuan itu dan pengikut-pengikutnya lebih berat\/besar daripada kejahatan-kejatahan yang lain. Tidak hanya ia berdosa sendiri, tetapi telah menyebabkan hamba-hamba Tuhan tersesat dan mengalami kehancuran gara-gara mengikuti dosanya: &#8220;<em>Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu<\/em>.&#8221; (<strong>1 Kor. 3:17<\/strong>).<\/p>\n<p><strong>Ayat 24-29<\/strong>. Tuhan berbicara kepada jemaat Tiatira yang tidak ikut tersesat oleh ajaran Izebel itu, perintah-Nya hanya satu: agar mereka terus berpegang kepada iman\/kebenaran yang mereka yakini selama ini sampai Tuhan Yesus datang kembali. Janji-Nya: barang siapa yang menang (terus berpegang pada kebenaran sampai akhir) akan dikaruniai kuasa (otoritas) atas bangsa-bangsa, untuk menggembalakan dan menjaga mereka dengan kuasa\/otoritas sepeti yang dimiliki oleh Tuhan Yesus dari Bapa-Nya.<\/p>\n<p>Views: 3<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wahyu 2:18-29 iatira terletak sekitar 64 km di sebelah timur Pergamus. Kota ini jauh lebih kecil, dan jemaatnya juga lebih kecil. Akan tetapi mendapat pernyataan yang keras dari Tuhan Yesus. Setiap jemaat bernilai tinggi bagi Tuhan&#8211;tidak memandang jumlah, sebab satu &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4276\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40,9,68],"tags":[],"class_list":["post-4276","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh","category-wahyu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4276"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4276\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4277,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4276\/revisions\/4277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}