{"id":4268,"date":"2026-05-25T05:20:23","date_gmt":"2026-05-24T22:20:23","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4268"},"modified":"2026-05-25T05:20:23","modified_gmt":"2026-05-24T22:20:23","slug":"tuhan-yesus-yang-menggentarkan-dan-layak-disembah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4268","title":{"rendered":"Tuhan Yesus yang Menggentarkan dan Layak Disembah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Wahyu 1:12-20<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">K<\/span>etika menemui Yohanes untuk menyingkapkan rahasia-Nya, Tuhan Yesus hadir dalam penampilan yang sama sekali berbeda dengan yang selama ini dikenal oleh Yohanes. Ia hadir dalam Kemuliaan yang Dahsyat dan Menakutkan&#8211;sekalipun Ia tetap menunjukkan kasih-Nya. Tapi Yohanes, murid yang diikasihi-Nya, yang sebelumnya bisa begitu intim\/akrab, sekarang tersungkur seperti orang mati karena ketakutan. Tuhan Yesus layak untuk menerima penghormatan dan kegentaran umat-Nya!<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 12-13<\/strong>. Yohanes melihat sumber suara yang didengarnya: pertama-tama ia melihat ada tujuh buah kaki dian dari emas&#8211;yang melambangkan tujuh gereja\/jemaat (<strong>ayat 20<\/strong>), dan di tengah-tengah tujuh kaki dian itu, terlihat Seseorang yang seperti Anak Manusia&#8211;sebutan yang biasa diberikan kepada Tuhan Yesus Kristus&#8211;Yohanes melihat seseorang yang mirip Tuhan Yesus, tetapi penampilannya sama sekali berbeda dengan Tuhan Yesus yang selama ini ia kenal.<\/p>\n<p><strong>Ayat 13b-16<\/strong>. Anak Manusia yang dilihat Yohanes itu mengenakan jubah yang panjangnya sampai kaki, dengan ikat pinggang dari emas&#8211;ini adalah pakaian seorang Imam. Tuhan Yesus hadir sebagai Imam. Secara fisik, Anak Manusia itu memiliki rambut yang putih seperti wool, putihnya sepeti salju, yang melambangkan kemurnian dan kekekalan.<\/p>\n<p>Matanya seperti api yang menyala&#8211;api adalah simbol penghakiman atas dosa. Kaki-Nya mengkilap bagai tembaga membara dalam perapian&#8211;ini juga simbol penghakiman atas dosa&#8211;altar tembaga di Bait Suci berhubungan dengan korban penghapus dosa dan penghakiman atas dosa. Suara-Nya dahsyat seperti suara air bah atau air terjun terjun yang besar.<\/p>\n<p>Wajah Anak Manusia itu sangat terang, bersinar-sinar seperti matahari yang terik&#8211;matahari di langit yang tanpa awan: terang menyilaukan. Tangan kanan-Nya memegang tujuh bintang&#8211;yaitu para malaikat atau pemimpin dari tujuh jemaat (<strong>ayat 20<\/strong>). Dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua&#8211;pedang yang digunakan untuk membunuh&#8211;simbol penghakiman.<\/p>\n<p><strong>Ayat 17a<\/strong>. Ketika melihat Anak Manusia dengan penampakan sedahsyat itu, Yohanes tersungkur di bawah kaki-Nya sama seperti orang mati&#8211;kehadiran Tuhan Yesus dalam Ujud-Nya yang mulia sebagai Raja dan Hakim atas alam semesta membuat Yohanes sangat ketakutan, sehingga tersungkur tidak bisa bergerak sama sekali; nyawanya seakan melayang saking takutnya.<\/p>\n<p><strong>Ayat 17b-18<\/strong>. Tuhan Yesus meletakkan tangan kanan-Nya ke atas Yohanes, dan berfirman: &#8220;<em>Jangan takut!<\/em>&#8220;. Hal pertama yang dinyatakan Tuhan Yesus adalah: agar Yohanes tidak takut, sebab yang datang adalah Tuhan Yesus, yang sekalipun dahsyat menakutkan, tetapi Ia adalah Pribadi yang mengasihi Yohanes.<\/p>\n<p>Kemudian, Tuhan Yesus, &#8220;memperkenalkan Diri-Nya&#8221; kepada Yohanes. Kalau semuala Yohanes melihat Seseorang yang &#8220;seperti&#8221; Tuhan Yesus, sekarang Tuhan Yesus mengkonfirmasi bahwa memang benar Ia sendiri yang menjumpai Yohanes, dengan menyatakan bahwa Ia adalah Allah yang Kekal, bahwa Ia telah mati, namun hidup kembali untuk selama-lamanya, dan Ia yang memegang segala kunci maut dan kerajaan maut&#8211;Tuhan Yesus berkuasa atas kematian.<\/p>\n<p>Betapa saya harus mengenal Tuhan Yesus secara lengkap&#8211;tidak hanya sebagai Allah yang menjadi Manusia, yang tinggal di antara manusia, yang akrab dalam bergaul dengan manusia. Tetapi Ia adalah Allah yang Dahsyat dan Menakutkan, yang Kekal, yang berkuasa atas segala-galanya, yang kuasa dan kekuatan-Nya melampaui segala penguasa, yang berdaulat atas kematian! Yang layak untuk menerima penghormatan dan kegentaran!<\/p>\n<p><strong>Ayat 19-20<\/strong>. Kemudian Tuhan Yesus memberikan perintah kepada Yohanes agar menuliskan apa yang telah dialihat, baik yang terjadi sekarang&#8211;Tuhan Yesus menyatakan apa yang sedang terjadi, pada masa hidup Yohanes; maupun yang akan terjadi di masa depan.<\/p>\n<p>Isi Kitab Wahyu adalah: pernyataan\/penyingkapan tentang Tuhan Yesus dalam kaitannya dengan apa yang sedang terjadi pada masa hidup Yohanes dan apa yang akan terjadi di masa depan. berati apa yang sedang terjadi pada masa hidup saya dan pada masa yang nanti akan datang, setelah masa kehidupan saya juga.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\nMemohon mata hati yang bisa mengenal Tuhan Yesus secara lengkap dan benar: tidak hanya sebagai Imanuel&#8211;Allah yang menyertai dan mengasihi, tetapi juga sebagai Raja dan Hakim yang pantas untuk saya hormati dan saya takuti.<\/p>\n<p>Views: 5<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wahyu 1:12-20 etika menemui Yohanes untuk menyingkapkan rahasia-Nya, Tuhan Yesus hadir dalam penampilan yang sama sekali berbeda dengan yang selama ini dikenal oleh Yohanes. Ia hadir dalam Kemuliaan yang Dahsyat dan Menakutkan&#8211;sekalipun Ia tetap menunjukkan kasih-Nya. Tapi Yohanes, murid yang &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4268\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40,9,68],"tags":[],"class_list":["post-4268","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh","category-wahyu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4268"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4268\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4269,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4268\/revisions\/4269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}