{"id":4220,"date":"2026-05-02T05:40:04","date_gmt":"2026-05-01T22:40:04","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4220"},"modified":"2026-05-04T05:41:47","modified_gmt":"2026-05-03T22:41:47","slug":"iman-memampukan-menolak-tawaran-dosa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4220","title":{"rendered":"Iman Memampukan Menolak Tawaran Dosa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Ibrani 11:24-27<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">F<\/span>aktanya: hidup mengikut Tuhan itu akan ada penderitaan, sementara hidup di dalam dosa itu memungkinakn orang menikmati segala macam kesenangan. Iman membuat orang meninggalkan kesenangan duniawi, dan memilih untuk menderita demi Kristus. Iman memungkinkan orang untuk melihat bahwa hidup di dalam Kristus&#8211;sekalipun menderita&#8211;itu tidak bisa dibandingkan nilai dan kemuliaannya dibandingkan dengan hidup senang di dalam dosa.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 24<\/strong>. Karena iman, Musa ketika dewasa menolak untuk disebuat sebagai anak putri Firaun. Apakah ini bukan penghianatan dan tidak tahu terima kasih? Ketika Musa menolak apa yang telah dipakai Tuhan untuk menyelamatkan dan memeliharanya dari kematian? Istana Mesir dipakai Tuhan untuk menumbuhkan dan mendidik Musa&#8211;dan sekarang Musa meninggalkan itu semua.<\/p>\n<p><strong>Ayat 25<\/strong>. Musa menolak Mesir dan memilih untuk menjalani penderitaan bersama umat Tuhan ketimbang menikmati kesenangan dosa&#8211;yang direpresentasikan oleh Mesir dengan kejahatan dan kekejamannya kepada umat Tuhan (memperbudak dan membunuh bayi laki-laki umat Tuhan). Musa meninggalkan sistem yang korup dan jahat sekalipun ia sebenarnya bisa hidup senang di dalamnya.<\/p>\n<p><strong>Ayat 26-27<\/strong>. Musa memandang bahwa mengalami penderitaan dan ketidaknyamanan dan penghinaan di dalam Kristus&#8211;di dalam Tuhan itu lebih berharga daripada semua harta dan kesenangan di istana Mesir yang jahat di hadapan Tuhan. Sebab, Musa tidak melihat apa yang nampak\/ditawarkan oleh Mesir sekarang (yaitu kesenangan dan kenikmatan), melainkan ia memandang ke masa depan, yaitu kepada upah yang disediakan oleh Tuhan.<\/p>\n<p>Siapa memilih untuk hidup mengikut Kristus harus menyadari dan menerima bahwa ia akan kehilangan berbagai kesenangan yang bisa dinikmati oleh orang-orang dunia. Banyak orang percaya yang belum atau tidakbisa menerima fakta kebenaran ini, sehingga mereka masih mencari\/mengejar kesenangan di dalam Tuhan&#8211;kesenangan yang masih menggunakan definisi dunia!<\/p>\n<p>Padahal, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa mencari dan mengejar kesenangan dunia adalah faktor yang membuat iman tidak menghasilkan buah, dan akan terus tergencet dan dihalangi oleh keinginan untuk bersenang-senang itu: &#8220;<em>Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang<\/em>.&#8221; (Luk. 8:14).<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\nBukannya menyiksa\/menyakiti diri sendiri, tetapi tidak mengejar kesenangan duniawi&#8211;tidak menganggap penting kesenangan dunawi. Kalau Tuhan ijinkan untuk mendapat kesenangan, terima dan nikmati dengan ucapan syukur dan sukacita. Tapi kalau tidak ada, tidak perlu mencari dan mengejarnya.<\/p>\n<p>Views: 1<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibrani 11:24-27 aktanya: hidup mengikut Tuhan itu akan ada penderitaan, sementara hidup di dalam dosa itu memungkinakn orang menikmati segala macam kesenangan. Iman membuat orang meninggalkan kesenangan duniawi, dan memilih untuk menderita demi Kristus. Iman memungkinkan orang untuk melihat bahwa &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4220\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,40,9],"tags":[],"class_list":["post-4220","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ibrani","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4220"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4220\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4221,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4220\/revisions\/4221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}