{"id":4203,"date":"2026-04-21T08:16:01","date_gmt":"2026-04-21T01:16:01","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4203"},"modified":"2026-04-21T08:16:01","modified_gmt":"2026-04-21T01:16:01","slug":"iman-taat-tanpa-harus-tahu-semuanya-karena-percaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4203","title":{"rendered":"Iman: Taat Tanpa Harus Tahu Semuanya, Karena Percaya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Ibrani 11:8-10<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">A<\/span>braham menjadi model orang beriman: taat melakukan firman Tuhan tanpa tahu dengan detial apa yang harus dilakukan. Iman ditunjukkan dengan ketaatan kepada pernyataan Tuhan, sekalipun tidak mengerti bagaimana pernyataan Tuhan itu akan terlaksana. Sebatas yang diketahi dan bisa dilakukan, orang beriman mulai bergerak, berjalan. Karena percaya bahwa nanti Tuhan, yang sudah berjanji, akan membimbing ke arah yang dikehendaki-Nya. Iman adalah keberanian untuk taat\/bergerak dulu dulu sebatas apa yang Tuhan sudah nyatakan.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 8<\/strong>. Karena iman Abraham taat meninggalkan tanah leluhurnya dan pergi tanpa tahu ke mana ke tempat yang harus ditujunya&#8211;semata-mata karena ia mendengar firman Tuhan dan percaya bahwa Tuhan akan menepati apa yang telah dikatakan-Nya. Dari mana iman Abraham itu? Ia yang belum pernah mengenal Tuhan, ia yang menyembah berhala bangsanya; bagaiamana ia bisa percaya kepada perkataan Tuhan untuk pergi ke tempat yang tidak diketahui?<\/p>\n<p>Iman Abraham ditunjukkan dengan: dia taat untuk pergi; yang penting mau taat untuk pergi dan bergerak sebatas yang bisa dipikirkan, sebatas yang bisa dilakukan sekarang&#8211;dengan mempercayai bahwa Tuhan nanti akan memimpin dan mengarahkan; dan akan memberitahu kapan harus berhenti, kapan bahwa ia sudah sampai. Pimpinan Tuhan diberikan ketika orang mulai berjalan untuk taat.<\/p>\n<p><strong>Ayat 9<\/strong>. Karena iman Abraham hidup sebagai pengembara atau orang asing di tanah yang dijanjikan Tuhan. Sampai matinya, Abraham secara hukum manusia hanya memiliki sebidang tanah untuk kuburan Sarah dna kuburannya. Mengikuti pimpinan Tuhan, Abraham sampai ke tanah yang dijanjikan&#8211;dan Tuhan menyatakan bahwa itulah tanah yang dijanjikan untuk menjadi mili9k pusakanya. Tapi, faktanya: Abraham tetap menjadi orang asing dan tidak memiliki tanah yang dijanjikan itu.<\/p>\n<p>Iman yang membuat Abraham tetap taat: tidak protes atau memberontak dengan menuduh Tuhan berbohong karena ketika ia sampai di sana, tanah itu tidak menjadi miliknya, karena masih dimiliki oleh bangsa-bangsa lain. Kalau ada hal yang secara faktual telah digenapi Tuhan adalah: Abraham diberkati dengan sangat limpah, sehingga ia menjadi seorang yang kaya raya dan punya pengaruh besar kepada bangsa-bangsa sekitarnya. Tapi tentang kepemilikan tanah? Belum digenapi oleh Tuhan.<\/p>\n<p><strong>Ayat 10<\/strong>. Abraham tetap percaya bahwa Tuhan meneparti janji-Nya. Sekalipun semasa ia hidup, janji kepemilikan tanah itu belum terwujud&#8211;baru ratusan tahun kemudian, keturunan keempat Abraham kembali dan merebut\/memiliki tanah yang telah dijanjikan oleh Tuhan itu (<strong>Kej. 15:13-16<\/strong>). Abraham, karena janji Tuhan, melihat ke depan dan meyakini bahwa suatu saat, yaitu di masa keturunannya yang keempat, tanah itu akan dimiliki oleh keturunannya.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\nBelajar untuk tidak <em>overthinking<\/em>, untuk tidak mempertanyakan dan menuntut semua harus dinyatakan Tuhan sekarang, tetapi belajar untuk melakukan yang sudah diketahui dan yang bisa dilakukan sekarang untuk mentaati pernyataan Tuhan. Dengan keyakinan, Tuhan akan mempimpin ketika saya sudah berjalan.<\/p>\n<p>Views: 2<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibrani 11:8-10 braham menjadi model orang beriman: taat melakukan firman Tuhan tanpa tahu dengan detial apa yang harus dilakukan. Iman ditunjukkan dengan ketaatan kepada pernyataan Tuhan, sekalipun tidak mengerti bagaimana pernyataan Tuhan itu akan terlaksana. Sebatas yang diketahi dan bisa &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4203\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,40,9],"tags":[],"class_list":["post-4203","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ibrani","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4203"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4203\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4204,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4203\/revisions\/4204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}